Free Float BCIC 13,74%, Bank JTrust Sisir Investor Strategis demi 15%

Free Float BCIC 13,74%, Bank JTrust Sisir Investor Strategis demi 15%

DINAMIKAUANG.COM — PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) masih kekurangan sekitar 1,26 poin persentase untuk memenuhi batas minimum free float 15% yang dipersyaratkan Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan membuka opsi menghadirkan investor strategis hingga menerbitkan saham baru lewat rights issue. Langkah itu masuk dalam Rencana Bisnis Bank periode 2027-2029.

Manajemen Bank JTrust menyampaikan rencana tersebut dalam keterbukaan informasi kepada BEI. Keterangan itu merupakan jawaban atas permintaan penjelasan Bursa melalui surat nomor 15.04/S.Dir-CSD/JTRUST/IX/2026 tertanggal 15 September 2026.

Skema yang dipertimbangkan mencakup investasi langsung oleh investor strategis maupun penerbitan saham baru melalui mekanisme right issue. Kedua opsi itu dibahas bersama pemegang saham pengendali.

Free Float BCIC Naik Bertahap dalam Setahun Terakhir

Porsi saham publik BCIC sebenarnya terus bertambah dalam beberapa periode terakhir. Pada Oktober 2025, free float perseroan berada di level 7,75%.

Posisi itu meningkat menjadi 12,56% pada 30 Juni 2026. Per akhir Agustus 2026, angkanya kembali naik menjadi 13,74%.

Dengan capaian tersebut, Bank JTrust masih perlu menambah sekitar 1,26 poin persentase agar memenuhi ketentuan minimum BEI. Kekurangan itu menjadi dasar perseroan menjajaki sejumlah alternatif aksi korporasi.

Bank JTrust Minta Masa Transisi Lebih Fleksibel

Meski proses peningkatan berjalan, perseroan meminta waktu dan masa transisi yang lebih longgar dari BEI. Manajemen menilai pemenuhan ketentuan pasar modal perlu selaras dengan kewajiban perbankan yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kondisi pasar modal dan sentimen ekonomi makro turut diperhitungkan. Sikap investor yang masih berhati-hati terhadap sektor perbankan membuat perseroan harus memilih waktu pelaksanaan dan tingkat valuasi yang tepat.

Pertimbangan lain adalah dampak aksi korporasi terhadap pemegang saham existing. Perseroan memperhitungkan kemungkinan dilusi bila penambahan atau pelepasan saham dilakukan saat pasar belum mendukung.

Belajar dari HMETD 2022 yang Tekan Free Float

Bank JTrust merujuk pengalaman aksi korporasi pada 2022. Kala itu perseroan menambah modal melalui Dana Setoran Modal (DSM) untuk memenuhi ketentuan modal minimum Rp 3 triliun yang ditetapkan OJK.

Dalam pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) periode tersebut, tidak semua pemegang saham publik memakai haknya. Kondisi itu ikut menurunkan persentase free float perseroan.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan manajemen tidak terburu-buru mengeksekusi opsi right issue. Perseroan ingin memastikan serapan pasar cukup sebelum menetapkan skema.

Komunikasi dengan Calon Investor dan Target 2027-2029

Selain menjajaki investor strategis, perseroan aktif berkomunikasi dengan pelaku pasar dan calon investor. Upaya itu ditujukan menjaga kesinambungan peningkatan kepemilikan saham publik.

Ke depan, strategi peningkatan saham publik akan dimasukkan sebagai bagian dari Rencana Bisnis Bank (RBB) 2027-2029. Targetnya, porsi saham publik dapat menyentuh ketentuan minimum 15%.

Manajemen Bank JTrust menegaskan strategi pemenuhan free float tetap mempertimbangkan kondisi bisnis dan permodalan perseroan. Pemenuhan ketentuan BEI diupayakan berjalan beriringan dengan stabilitas operasional dan keberlanjutan kinerja.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index