Lewat Expo 2026, Kemenhaj Pacu UMKM Masuk Rantai Bisnis Haji Global

Lewat Expo 2026, Kemenhaj Pacu UMKM Masuk Rantai Bisnis Haji Global
Ka'bah di Masjidilharam, Makkah, Arab Saudi [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menargetkan para pelaku UMKM dapat terintegrasi lebih dalam ke dalam rantai pasok ekosistem ekonomi haji dan umrah sampai ke tingkat pasar global. Strategi ini dipacu melalui pergelaran Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 yang dilaksanakan bersamaan dengan manasik akbar.

Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 27 September 2026 berbarengan dengan agenda Kick Off Manasik Haji Akbar 2026. Hingga tahap persiapan, terhitung sebanyak 260 stan telah mengonfirmasi keikutsertaan, dengan estimasi total mencapai 300 UMKM yang berpartisipasi.

Kepala Subdirektorat Fasilitasi Kemitraan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj Suviyanto menerangkan bahwasanya pameran ini menyimpan potensi besar lantaran mempertemukan instansi pemerintah, entitas bisnis, mitra penyelenggara, serta masyarakat dalam satu ekosistem terpadu.

"Expo ini bukan hanya menjadi ruang pertemuan, tetapi juga momentum untuk membangun kolaborasi dan memperkuat ekosistem ekonomi yang tumbuh dari penyelenggaraan haji dan umrah. Karena itu, persiapannya perlu dilakukan bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan semakin luas," ujar Suviyanto dalam Rapat Teknis Persiapan Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 di Balai Kota Madiun, Selasa (15/9/2026).

Pihak Kemenhaj menaksir jumlah pengunjung pameran bakal menembus hingga mendekati 10.000 orang. Melimpahnya alur pengunjung tersebut diharapkan mampu membuka ceruk pasar bagi aneka produk maupun jasa pendukung kebutuhan jemaah.

"Dengan jumlah tenant dan pengunjung yang cukup besar, kami ingin expo ini benar-benar memberikan nilai tambah. Bukan hanya bagi penyelenggara kegiatan, tetapi terutama bagi pelaku usaha yang menjadi bagian dari ekosistem haji dan umrah," katanya.

Di sisi lain, perhelatan Kick Off Manasik Haji Akbar diproyeksikan bakal dihadiri oleh 15.000 jemaah secara tatap muka di Madiun, Jawa Timur. Sekitar 150.000 jemaah yang tersebar di pelbagai pelosok tanah air turut ditargetkan mengikuti rangkaian acara secara daring.

Kemenhaj menilai Jawa Timur memegang posisi strategis dalam penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah berkat ketersediaan basis jemaah yang masif, dengan Kota Madiun sebagai salah satu simpul pusat perdagangan daerah.

"Jawa Timur memiliki basis jemaah yang sangat besar. Ini menjadi kekuatan yang perlu kami hubungkan dengan pelaku usaha dan UMKM agar aktivitas haji dan umrah juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," jelas Suviyanto.

Kemenhaj bertekad agar komoditas UMKM yang terserap tidak cuma berhenti di tingkat lokal. Barang dengan mutu tinggi dan daya saing diharapkan sanggup menembus pasar nasional hingga merambah rantai ekonomi haji dan umrah internasional.

"Harapannya UMKM kami bisa naik kelas. Dari yang awalnya bermain di tingkat daerah, kemudian mampu masuk ke pasar nasional, bahkan kalau memungkinkan menjadi bagian dari rantai ekonomi haji dan umrah di tingkat internasional," ujarnya.

Rencana Perluasan Expo Haji ke Daerah Lain

Kemenhaj juga menimbang peluang untuk mereplikasi model pameran serupa di berbagai wilayah lain, seperti Yogyakarta, kawasan Sulawesi, serta Padang. Langkah ekspansi ini membutuhkan sinergi dari pemerintah daerah, pelaku usaha, event organizer, komunitas, hingga pemangku kepentingan terkait.

"Penyelenggaraan kegiatan sebesar ini tidak mungkin berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, pemerintah daerah, pelaku usaha, penyelenggara acara, komunitas, dan seluruh unsur yang memiliki keterkaitan dengan pelayanan haji dan umrah," ujar Suviyanto.

Integrasi ini dipandang kian mendesak mengingat besarnya cakupan ekosistem haji dan umrah di Indonesia. Ketersediaan basis jemaah menjadi pangsa pasar potensial bagi pertumbuhan beragam unit bisnis pendukung, sekaligus menuntut adanya kontinuitas program dari tingkat pusat hingga daerah.

"Yang ingin kami bangun adalah ekosistem. Ketika semua pihak bergerak bersama, kegiatan seperti expo tidak berhenti menjadi sebuah event, tetapi dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kemitraan dan peluang ekonomi yang berkelanjutan," ujar Suviyanto.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index