JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) senantiasa mengoptimalkan pelayanan kereta api guna menunjang perpindahan masyarakat di berbagai wilayah aglomerasi melalui jaringan komuter, lokal, regional serta kereta bandara yang saling terhubung.
"Kehadiran kereta api membantu menghubungkan kota utama dengan wilayah penyangga, kawasan permukiman, pusat pendidikan, sentra perdagangan, kawasan industri, destinasi wisata, hingga bandara," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba sebagaimana keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Anne menyampaikan bahwa sarana transportasi rel tersebut dirancang menyesuaikan pola mobilitas publik yang kian terintegrasi antar-kota maupun antar-kabupaten untuk keperluan bekerja, menimba ilmu, berniaga, serta berlibur.
Di Jawa Barat, fasilitas Commuter Line Bandung Raya mencatatkan angka pengguna sebanyak 10.106.912 orang pada Semester I 2026 atau mengalami kenaikan sebesar 9,17 persen jika dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya yang menyentuh 9.258.327 penumpang.
Lonjakan jumlah penumpang di kawasan Bandung terus berlanjut dengan volume mencapai 14.720.252 pengguna pada 2023, bertambah menjadi 16.159.458 pengguna pada 2024, lalu menembus 18.727.224 pengguna sepanjang 2025.
Layanan Commuter Line Bandung Raya sendiri mengoneksikan Kota Bandung dengan Cimahi, Padalarang, Cicalengka, Rancaekek, Purwakarta, Garut, beserta beragam kawasan penyangga yang menggerakkan roda ekonomi dan pendidikan warga.
Beralih ke kawasan Yogyakarta-Solo, Commuter Line Yogyakarta-Palur melayani 4.719.593 penumpang pada Semester I 2026 atau tumbuh 6,93 persen dibandingkan 4.413.690 penumpang pada kurun waktu yang sama tahun lalu.
Commuter Line Prameks rute Yogyakarta-Kutoarjo mencatatkan 582.541 penumpang, sehingga akumulasi bersama Commuter Line Yogyakarta-Palur menghasilkan total 5.302.134 pengguna atau naik 6,87 persen pada Semester I 2026.
Integrasi wilayah Solo Raya semakin diperkokoh lewat kehadiran KA Bandara Internasional Adi Soemarmo yang membawa 461.482 penumpang pada Semester I 2026 atau melonjak 24,73 persen dibanding tahun sebelumnya.
Di samping itu, KAI turut mengoperasikan KA Joglosemarkerto yang merangkaikan Semarang, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal, Pekalongan, serta kota-kota lain dengan perolehan jumlah penumpang mencapai 730.576 pada Semester I 2026.
Masuk wilayah Jawa Timur, jaringan KAI Commuter membukukan 8.528.571 pengguna pada Semester I 2026 atau menanjak 8,23 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 7.879.862 pengguna.
Jaringan Commuter Line di wilayah Jawa Timur tersebut menghubungkan Surabaya dengan Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Mojokerto, Jombang, Malang, Blitar, serta berbagai titik sentral industri, perdagangan, dan pariwisata.
Sementara di Banten, Commuter Line Merak mencatat 2.414.115 pengguna pada Semester I 2026, sementara fasilitas Kereta Petani Pedagang dimanfaatkan oleh 26.074 pelanggan dalam rangka menopang kegiatan ekonomi masyarakat.
Adapun di kawasan Jabodetabek, Commuter Line melayani 176.575.981 penumpang sepanjang Semester I 2026, sedangkan Commuter Line Basoetta menuju Bandara Soekarno-Hatta mengangkut 1.197.413 penumpang atau meningkat 12,71 persen.
Bergeser ke Sumatra Barat, Minangkabau Ekspres bersama KA Lembah Anai memperkuat aksesibilitas menuju Bandara Internasional Minangkabau, di mana KA Lembah Anai sendiri melayani 162.428 penumpang atau melonjak lebih dari tiga kali lipat.
KAI juga menyediakan opsi angkutan lokal serta regional melalui KA Pangrango, Siliwangi, Cut Meutia, Srilelawangsa, Datuk Belambangan, Kuala Stabas, serta Rajabasa guna memperluas keterjangkauan lintas daerah di berbagai provinsi.
Anne menegaskan bahwa pihak KAI bakal konsisten meningkatkan mutu pelayanan lewat evaluasi operasional, penambahan kapasitas, penyatuan antarmoda, serta pengembangan fasilitas agar konektivitas kawasan aglomerasi kian optimal dalam memfasilitasi mobilitas masyarakat luas.