DINAMIKAUANG.COM — Perjalanan wisatawan Indonesia ke Vietnam kini punya dua pintu masuk utama dengan karakter yang bertolak belakang. Hanoi menawarkan sejarah dan suasana kota tua, sedangkan Ho Chi Minh City tampil sebagai kota metropolitan dengan kuliner dan hiburan. Penerbangan langsung dari Jakarta dan Bali membuat kedua kota itu makin mudah dijangkau.
Hanoi cocok bagi wisatawan yang mencari sejarah, budaya, dan suasana kota tua. Ho Chi Minh City menawarkan pengalaman kota metropolitan dengan pilihan kuliner, hiburan, serta wisata sejarah.
Dua Karakter Kota yang Berbeda
Perbedaan karakter kedua kota membuat wisatawan bisa menentukan rute sesuai minat. Dari Hanoi maupun Ho Chi Minh City, perjalanan dapat dilanjutkan ke berbagai destinasi lain di Vietnam.
Pilihan itu kian beragam seiring pengembangan jaringan dan armada Vietjet di kawasan Asia-Pasifik. Maskapai tersebut memperkuat aspek operasional penerbangan untuk mendukung ekspansi jaringan internasionalnya.
Perawatan Armada Airbus Diperkuat Lewat Kontrak RBTH
Vietjet dan Thales memperluas kerja sama melalui kontrak Repair-By-The-Hour (RBTH). Kesepakatan itu diumumkan di Paris pada September 2026.
Dalam kontrak tersebut, Thales menyediakan layanan perawatan berbagai komponen untuk armada Airbus Vietjet. Pesawat yang tercakup meliputi A320/A321, A321neo/A321XLR, A330, dan A330neo.
Kerja sama itu ditujukan untuk mendukung keandalan dan ketersediaan armada. Efisiensi operasional maskapai juga menjadi sasaran.
Eksplorasi Teknologi Digital hingga Keamanan Siber
Kedua perusahaan juga mengeksplorasi pemanfaatan teknologi digital, AI, cloud, dan analitik prediktif dalam operasional penerbangan. Aspek keamanan siber masuk dalam pembahasan karena makin banyak proses industri penerbangan yang bergantung pada sistem digital.
Bagi traveler, kesiapan pesawat jarang terlihat saat merencanakan liburan. Namun aspek itu menjadi bagian penting ketika maskapai terus memperluas jaringan internasional.
Rencana Pengembangan MRO Mesin LEAP di Vietnam
Penguatan kapabilitas penerbangan juga dilakukan Vietjet bersama CFM International. Keduanya menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk mengevaluasi kemungkinan pengembangan kemampuan maintenance, repair and overhaul (MRO) mesin LEAP di Vietnam.
Langkah itu berpotensi memperkuat posisi Vietnam sebagai simpul penerbangan di kawasan. Bagi wisatawan Indonesia, ketersediaan armada yang andal menjadi faktor pendukung kenyamanan perjalanan.