DINAMIKAUANG.COM — Pelaku perbankan menyoroti dua hal utama pasca pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9/2026). Kalangan bankir menekankan pentingnya kepastian usaha dan kepercayaan investor tetap terjaga di tengah transisi kepemimpinan di Kementerian Keuangan.
Direktur Risiko, Kepatuhan, dan Hukum Allo Bank, Ganda Raharja Rusli, mengaku pihaknya belum bisa memberikan pandangan menyeluruh karena masih menunggu arah kebijakan yang akan ditempuh Menteri Keuangan yang baru.
"Bank masih menunggu arah kebijakan dari Menkeu yang baru sehingga belum bisa memberikan pandangan," ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (16/9/2026).
Dua Hal yang Disorot Pelaku Perbankan
Ganda menegaskan ada dua hal yang menjadi perhatian utama industri perbankan menyusul pergantian tersebut, yakni kepastian usaha dan kepercayaan investor. Keduanya dinilai krusial untuk menjaga stabilitas sektor keuangan.
"Bank berharap Menkeu yang baru bisa menelurkan kebijakan yang mendukung kepastian usaha dan menciptakan trust para investor, baik luar maupun dalam negeri," tuturnya.
Menurut Ganda, kepastian kebijakan menjadi fondasi bagi perbankan dalam menyusun strategi intermediasi. Tanpa kejelasan arah, bank cenderung lebih konservatif dalam menyalurkan kredit.
KB Bank Minta Arah Kebijakan Berkelanjutan
PT Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP) atau KB Bank juga merespons pelantikan Suahasil Nazara. Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, berharap arah kebijakan yang diterapkan Suahasil dapat menciptakan kondisi kondusif bagi stabilitas ekonomi, pertumbuhan ekonomi, dan perkembangan sektor keuangan.
"KB Bank berharap kepemimpinan Menteri Keuangan yang baru dapat terus mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional, serta menjaga kepercayaan dunia usaha dan masyarakat," ujar Kunardy kepada Bisnis, Senin (14/9/2026).
Kunardy menekankan kesinambungan arah kebijakan sebagai faktor penting untuk mendukung aktivitas dunia usaha dan perkembangan sektor keuangan. Menurutnya, bank akan terus mendukung perekonomian nasional melalui kegiatan intermediasi yang sehat dan prudent, dengan tetap memperhatikan perkembangan ekonomi serta arah kebijakan yang berlaku.
"Kami juga berharap arah kebijakan yang diterapkan dapat terus menciptakan kondisi yang kondusif bagi stabilitas ekonomi, pertumbuhan ekonomi, dan perkembangan sektor keuangan," katanya.
Latar Belakang Pergantian Menkeu
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9/2026) di Istana Negara, Jakarta. Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah.
Dalam Keppres itu, Presiden menetapkan pemberhentian Purbaya Yudhi Sadewa sekaligus mengangkat Suahasil Nazara untuk sisa masa jabatan periode 2024–2029. Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Usai pelantikan, Suahasil menyatakan kesiapannya menjalankan amanah sebagai Menteri Keuangan. "Tentu ini adalah bentuk kepercayaan dari Bapak Presiden dan dari negara Republik Indonesia kepada saya," kata Suahasil kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Arti bagi Sektor Perbankan dan Investor
Pergantian orang nomor satu di Kementerian Keuangan biasanya menjadi momen yang ditunggu pelaku pasar untuk mengukur arah kebijakan fiskal ke depan. Bagi perbankan, kepastian regulasi dan stabilitas makro menjadi faktor penentu dalam menjaga margin serta kualitas kredit.
Respons dua bank yang berbeda ukuran — Allo Bank dan KB Bank — menunjukkan bahwa isu utama bukan pada figur menteri, melainkan pada kesinambungan kebijakan yang mendukung iklim usaha. Kepercayaan investor asing dan domestik menjadi variabel yang paling ditekankan.
Investasi mengandung risiko.