DINAMIKAUANG.COM — Sebuah pernikahan di Kalimantan Timur memberi suvenir tak biasa kepada tamunya, yakni sabut cuci piring dan sikat. Pilihan hadiah yang jauh dari kesan mewah ini justru membuat acara tersebut ramai dibicarakan di media sosial.
Pernikahan di Kalimantan Timur menyita perhatian warganet karena suvenir yang dibagikan ke tamu bukan barang biasa. Alih-alih gantungan kunci atau makanan ringan, panitia menyiapkan sabut cuci piring dan sikat untuk dibawa pulang.
Pilihan itu tergolong langka di tengah kebiasaan pernikahan yang biasanya menyiapkan cendera mata bernuansa dekoratif. Justru kesederhanaannya yang membuat acara tersebut ramai dibicarakan.
Suvenir yang Tak Biasa
Sabut cuci piring dan sikat termasuk barang yang dipakai sehari-hari di dapur. Keduanya bukan jenis suvenir yang lazim ditemui tamu undangan pernikahan.
Keputusan membagikan peralatan rumah tangga semacam ini menunjukkan sisi praktis yang jarang muncul di acara resepsi. Tamu pulang membawa barang yang bisa langsung dipakai, bukan sekadar pajangan.
Respons Warganet
Unggahan soal suvenir pernikahan ini menyebar dan memicu beragam tanggapan dari warganet. Banyak yang menilai pilihan tersebut kreatif karena berbeda dari kebanyakan acara.
Sejumlah warganet menyebut suvenir seperti itu lebih berguna dibanding cendera mata yang sering kali hanya disimpan. Ada pula yang mengaitkannya dengan gaya pernikahan hemat namun tetap berkesan.
Mengapa Jadi Perbincangan
Fenomena ini menarik karena menyentuh kebiasaan umum soal suvenir pernikahan di Indonesia. Selama ini tamu kerap menerima barang seragam yang jarang dipakai lagi setelah acara selesai.
Pilihan sabut cuci piring dan sikat membalik anggapan bahwa suvenir harus terlihat mewah. Nilai gunanya justru dianggap lebih penting oleh sebagian warganet.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga mengenai alasan di balik pemilihan suvenir tersebut. Yang jelas, acara pernikahan di Kalimantan Timur itu sudah lebih dulu mencuri perhatian lewat hal sederhana.