DINAMIKAUANG.COM — Salah satu teknik yang disarankan dalam kondisi pasar bergejolak adalah buying average. Trader membeli saham yang sama beberapa kali pada harga berbeda, lalu menghitung rata-rata harga belinya.
Tujuannya tiga: menurunkan harga rata-rata saat saham turun, mengelola risiko pembelian, dan memaksimalkan posisi ketika keyakinan pada prospek saham cukup kuat. Teknik ini cocok untuk saham yang fundamentalnya sehat tetapi sedang tertekan harga.
Lima Saham Pilihan untuk Scalping Hari Ini
1. DSSA — Dian Swastatika Sentosa Tbk
Saham ini dikenal volatil, sehingga range harga intraday-nya menarik bagi scalper. Jika DSSA mampu bertahan di atas harga pembukaan dengan volume beli yang terus bertambah, saham ini layak dipertimbangkan saat IHSG sedang menguat.
2. ANTM — Aneka Tambang Tbk
Kombinasi momentum komoditas dan likuiditas membuat ANTM diminati. Sebelumnya saham ini mencatat net buy asing yang cukup besar. Fundamental emas yang terus membaik menjadi katalis tambahan bagi pergerakan harganya.
3. TPIA — Chandra Asri Pacific Tbk
TPIA termasuk saham berkapitalisasi besar yang pergerakannya responsif terhadap arus dana institusi. Namun perlu kehati-hatian ekstra: pada perdagangan 31 Agustus, TPIA menjadi salah satu saham dengan penjualan asing terbesar.
4. BRPT — Barito Pacific Tbk
Karakter BRPT lebih agresif dibanding saham defensif, sehingga cocok dimanfaatkan sebagai momentum play. Saham ini pernah menjadi kontributor penguatan IHSG bersama DSSA dan TPIA. Saat pasar hijau, BRPT layak dipantau untuk peluang breakout intraday — tetapi hindari mengejar jika kenaikannya sudah terlalu tajam.
5. BMRI — Bank Mandiri (Persero) Tbk
Likuiditas BMRI sangat besar, membuat eksekusi masuk-keluar posisi terasa lebih nyaman bagi scalper. Saham ini juga sempat mencatat net buy asing terbesar saat pasar menguat. Hari ini BMRI menarik untuk dicermati apabila sektor perbankan menjadi motor penggerak IHSG dan harganya bertahan di atas harga pembukaan.
Penting untuk diingat, analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak ada jaminan hasil pasti. Setiap keputusan investasi tetap memerlukan riset dan pertimbangan pribadi yang matang. Pasar saham selalu mengandung risiko, dan strategi apa pun — termasuk scalping — tetap membutuhkan manajemen risiko yang ketat.