Perang AS-Iran 6 Bulan Dongkrak Biaya Impor BBM Global Rp5.859 Triliun, Harga Pangan Ikut Tertekan

Perang AS-Iran 6 Bulan Dongkrak Biaya Impor BBM Global Rp5.859 Triliun, Harga Pangan Ikut Tertekan

DINAMIKAUANG.COM — Tekanan terbesar akibat konflik ini dirasakan negara-negara pengimpor BBM, sementara investor dan pelaku pasar justru meraup keuntungan dari volatilitas harga komoditas energi. International Air Transport Association (IATA) mencatat harga bahan bakar pesawat rata-rata melonjak 70% dibandingkan 2025, mendorong sejumlah maskapai memangkas rute dan menaikkan tarif penerbangan.

Gangguan Pasokan Pupuk Picu Lonjakan Harga Pangan

Gangguan ekspor dari kawasan Teluk turut menghantam sektor pertanian. Berdasarkan indeks harga Bank Dunia, harga pupuk sempat berada 44% di atas level sebelum perang pada April lalu. Kondisi ini memicu kekhawatiran meluasnya krisis pangan global.

Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP) PBB, Carl Skau, mengingatkan dampak kemanusiaan yang parah. "Sejumlah kapal tanker minyak yang berlabuh di Selat Hormuz dapat berarti berkurangnya satu kali makan dalam sehari bagi seorang anak di Sudan," ujarnya dalam kesaksian pekan ini dikutip dari Yahoo Finance, Minggu (30/8/2026).

Selat Hormuz: Titik Rawan yang Menentukan Harga Energi

Selat Hormuz menjadi pusat perhatian karena dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak dunia. Setiap gangguan di jalur ini langsung berimbas pada harga acuan minyak mentah global dan biaya logistik pengiriman energi.

Beban biaya yang meningkat pada akhirnya merembet ke harga konsumen. Kenaikan tarif penerbangan yang sudah mulai terlihat merupakan salah satu contoh nyata bagaimana tekanan harga energi mentransmisikan dampaknya ke sektor transportasi dan daya beli masyarakat.

Ancaman Kelaparan di Negara Berkembang

WFP memperingatkan bahwa kombinasi harga pangan dan pupuk yang tinggi berpotensi mendorong puluhan juta orang ke jurang kelaparan. Negara-negara di Afrika dan Asia yang bergantung pada impor pangan menjadi pihak paling rentan.

Kenaikan harga pupuk memaksa petani mengurangi pemakaian, yang berujung pada penurunan produktivitas panen di musim berikutnya. Siklus ini dinilai akan memperpanjang tekanan inflasi pangan global lebih lama dari perkiraan awal.

Meskipun ekonomi dunia sejauh ini terhindar dari resesi besar, para analis memperingatkan bahwa risiko masih terbuka lebar. Durasi konflik dan respons negara-negara konsumen minyak utama terhadap gejolak pasokan akan menentukan arah harga energi dalam beberapa bulan ke depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index