DINAMIKAUANG.COM — PT BYD Motor Indonesia membawa strategi ganda lewat ajang GIIAS Surabaya 2026. Selain memamerkan kendaraan listrik murni (EV), pabrikan ini juga memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) melalui BYD M6 DM yang mengedepankan konsep electric-first—motor listrik menjadi penggerak utama, sementara mesin bensin bekerja hanya saat dibutuhkan untuk perjalanan jarak jauh.
Mengapa Teknologi DM Relevan untuk Keluarga Indonesia?
Pendekatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang heterogen. Konsumen tetap mendapat sensasi berkendara layaknya mobil listrik untuk aktivitas harian di perkotaan, namun tidak perlu cemas mencari infrastruktur pengisian daya saat melakukan perjalanan lintas kota atau antarpulau.
“Jawa Timur merupakan salah satu wilayah penting dalam perjalanan BYD di Indonesia, dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang dan semakin beragam,” ujar President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Kehadiran M6 DM di booth BYD bahkan menarik perhatian rombongan pejabat. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza bersama jajaran Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika sempat meninjau langsung bagian interior dan kabin kendaraan pada pembukaan pameran.
Kinerja Penjualan BYD dan DENZA di Pasar Nasional
Agresivitas BYD di Jawa Timur sejalan dengan performa penjualan nasional yang terus menanjak. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, penjualan gabungan BYD dan DENZA mencapai 32.800 unit di Indonesia. Angka tersebut setara dengan lebih dari 35 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.
Khusus untuk Jawa Timur, porsi pasar yang diraih bahkan sedikit lebih tinggi dari rata-rata nasional. Klaim 36 persen tersebut menjadi modal bagi BYD untuk terus memperluas jaringan penjualan dan layanan purna jual di wilayah tersebut, seiring dengan meningkatnya adopsi kendaraan energi baru (NEV).
Dua Tahun M6 dan Satu Tahun ATTO 1 di Indonesia
GIIAS Surabaya 2026 sekaligus menjadi momentum perayaan dua tahun perjalanan BYD M6 dan satu tahun BYD ATTO 1 di pasar Indonesia. Kedua model tersebut telah digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mobilitas harian keluarga, perjalanan antarkota, hingga operasional bisnis dan armada (fleet).
Perayaan ini turut menggandeng komunitas pengguna BEYOND Community. Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar soal jumlah unit yang terjual.
“Bagi kami, perjalanan BYD di Indonesia bukan hanya tentang berapa banyak kendaraan yang telah hadir di jalan, tetapi tentang kepercayaan yang diberikan pelanggan dan bagaimana BYD bisa menjadi bagian dari keseharian mereka,” kata Luther.
Dengan hadirnya dua pilihan teknologi di satu model—M6 EV dan M6 DM—BYD berupaya memberikan fleksibilitas penuh bagi konsumen. Pengunjung GIIAS Surabaya 2026 dapat melihat langsung kedua varian tersebut di booth BYD selama pameran berlangsung.