DINAMIKAUANG.COM — Penghargaan yang diterima langsung oleh Kepala Divisi Treasuri Pegadaian, Luh Putu Andarini, di Four Seasons Hotel Kuala Lumpur ini bukan sekadar pengakuan atas besaran dana yang dihimpun. Juri independen dari majalah finansial The Asset menilai penerapan skema dual-tranche atau dua seri dalam satu penerbitan sukuk merupakan langkah inovatif. Skema ini dinilai mampu menjembatani likuiditas pasar modal dengan kebutuhan pembiayaan sektor riil secara lebih efisien.
Keunggulan utama dari skema ini adalah fleksibilitas yang ditawarkan kepada investor di tengah dinamika pasar keuangan global. Bagi Pegadaian, struktur tersebut terbukti mengoptimalkan efisiensi biaya dana atau cost of fund perusahaan. Keberhasilan ini sekaligus menciptakan benchmark baru bagi korporasi lain yang ingin menyelaraskan instrumen keuangan komersial dengan misi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kepercayaan Investor dan Dampaknya bagi UMKM
Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menegaskan bahwa raihan ini merupakan cerminan tingginya kepercayaan investor global terhadap fundamental kinerja dan transparansi perseroan. Menurutnya, dana yang berhasil dihimpun bukan hanya menjadi pencapaian finansial semata, melainkan bahan bakar untuk mengalirkan permodalan syariah yang terjangkau bagi para pelaku UMKM.
"Keberhasilan penerbitan Sukuk Rp1,75 Triliun ini bukan sekadar pencapaian finansial, melainkan bahan bakar bagi kami untuk terus mengalirkan permodalan syariah yang terjangkau bagi para pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan berdaya saing global," ujar Ferdian dalam keterangan resminya.
Pembiayaan ini menjadi krusial mengingat akses modal yang terjangkau masih menjadi salah satu hambatan utama bagi UMKM Indonesia untuk naik kelas. Dengan suntikan dana dari pasar modal, Pegadaian dapat memperluas jangkauan pembiayaan kepada pelaku usaha kecil yang selama ini kesulitan mengakses perbankan konvensional.
Memperkuat Posisi Keuangan Syariah Nasional
Lebih dari sekadar prestasi korporasi, penghargaan ini menegaskan komitmen Pegadaian dalam memperdalam pasar keuangan syariah nasional. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah memperluas inklusi keuangan dan memperkokoh ketahanan ekonomi Indonesia melalui pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan.
Pengakuan di kancah Asia-Pasifik ini juga menjadi sinyal positif bagi industri keuangan syariah Tanah Air. Kehadiran Pegadaian sebagai pemenang di ajang yang dihadiri pimpinan institusi keuangan syariah terkemuka se-Asia Pasifik menunjukkan bahwa instrumen keuangan berbasis syariah dari Indonesia mampu bersaing dan diakui di tingkat global.
Ke depan, keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak korporasi Indonesia untuk memanfaatkan pasar modal syariah sebagai sumber pembiayaan, sekaligus memperkuat ekosistem keuangan inklusif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dari akar rumput.