Harga Emas Naik ke US$ 4.601 Jelang Jackson Hole, Investor Kaji Sinyal Suku Bunga The Fed

Harga Emas Naik ke US$ 4.601 Jelang Jackson Hole, Investor Kaji Sinyal Suku Bunga The Fed

DINAMIKAUANG.COM — Kenaikan harga emas kemarin menjadi sinyal bahwa pelaku pasar mulai masuk kembali setelah tekanan jual pada Rabu (26/8/2026). Koreksi yang cukup dalam membuat harga emas dianggap menarik untuk dikoleksi, terutama di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter global.

Simposium Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming, menjadi titik fokus utama investor. Pernyataan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, akan dibedah untuk mencari petunjuk mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan berikutnya.

Pernyataan Dovish Bisa Dongkrak Harga Emas

Liu Shiyao, Analis di Zijin Tianfeng Futures Co, menilai pasar akan sangat sensitif terhadap nada bicara Warsh. Jika tidak ada sinyal yang mengarah pada kenaikan suku bunga September, pelaku pasar bakal menginterpretasikan pernyataan tersebut sebagai sikap yang dovish.

"Jika Warsh tidak membicarakan soal apa-apa saja yang bisa menjadi dasar bagi kenaikan suku bunga acuan pada September, maka rasanya pasar akan mengartikan sebagai pernyataan yang dovish," kata Liu, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.

Sikap dovish dari bank sentral biasanya menjadi katalis positif bagi emas. Logam mulia cenderung diuntungkan ketika suku bunga berada di level rendah atau tidak menunjukkan tanda-tanda kenaikan, karena biaya oportunitas memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil ini menjadi lebih kecil.

Level Harga yang Perlu Dicermati

Pergerakan harga emas akhir-akhir ini menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Setelah sempat terpangkas signifikan, harga kembali menunjukkan daya tahan di area US$ 4.600 per troy ons.

Para trader kini mencermati apakah level tersebut mampu bertahan hingga akhir pekan. Jika harga bertahan di atas level ini, bukan tidak mungkin momentum penguatan berlanjut. Sebaliknya, tekanan jual bisa kembali muncul jika The Fed memberikan sinyal hawkish yang lebih tegas dari perkiraan pasar.

Keputusan investasi tetap bergantung pada profil risiko masing-masing. Investor perlu mencermati perkembangan simposium Jackson Hole sebelum menentukan posisi, mengingat arah pasar bisa berubah cepat mengikuti pernyataan pejabat bank sentral. Investasi mengandung risiko.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index