TNI AU Terima Pesawat Angkut NC-212i Buatan Lokal

TNI AU Terima Pesawat Angkut NC-212i Buatan Lokal
TNI Angkatan Udara memperoleh satu unit pesawat angkut anyar berjenis NC-212i bernomor ekor A-211 hasil produksi PT Dirgantara Indonesia. (Foto: NET)

JAKARTA — TNI Angkatan Udara memperoleh satu unit pesawat angkut anyar berjenis NC-212i bernomor ekor A-211 hasil produksi PT Dirgantara Indonesia.

Berdasarkan siaran pers resmi TNI AU yang diperoleh di Jakarta, Sabtu, diterangkan bahwa armada tersebut telah tiba di basis pertahanan udara sejak hari Kamis (30/1).

"Pesawat itu tiba di Skadron Udara 4, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, untuk memperkuat Grup 1 Angkut melalui Skadron Udara 4," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana dalam siaran pers tersebut.

Beliau menerangkan bahwa sarana terbang ini merupakan wujud pengadaan alutsista hasil kerja sama Kementerian Pertahanan bersama pihak PT DI.

Lewat keterangan resmi yang serupa, Komandan Grup 1 Angkut Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma menyampaikan bahwa kedatangan armada udara ini menjadi bagian dari langkah strategis TNI AU dalam melakukan pembaruan alat utama sistem senjata.

Seiring naiknya mutu alutsista milik TNI AU, beliau menyakini kapabilitas pertahanan udara nasional pun bakal turut terkerek naik.

"Dengan bertambahnya kekuatan pesawat angkut, kesiapan operasional satuan akan semakin meningkat untuk menjawab tuntutan tugas yang semakin kompleks dan dinamis,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia Dena Hendriana mengutarakan bahwa alutsista rakitan dalam negeri dengan spesifikasi khusus Troop Transport, Rainmaking & Camera tersebut diterbangkan secara langsung lewat penerbangan penyerahan dari Pusat Pengiriman PTDI Bandung menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, pada hari Kamis.

"Alhamdulillah, hari ini kami akan melakukan ferry flight. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk men-deliver pesanan dari Kemenhan RI. Ini merupakan unit ke-8 dari 9 yang di-order. Insyaallah ini akan memperkuat kekuatan TNI AU yang bermarkas di Malang dan menjadi sesuatu untuk bisa mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia," ujar Dena di Bandung, Kamis (30/7).

Beliau menguraikan bahwa pesawat dengan nomor ekor AX-2135 ini dikonstruksi secara multiguna guna memenuhi keperluan mobilisasi personel militer, operasi modifikasi cuaca melalui penyemaian awan, sampai kebutuhan pemotretan dari udara.

Pemanfaatan baling-baling MTV-27 berlisensi EASA yang dikombinasikan bersama mesin Honeywell TPE331 menghadirkan keunggulan performa yang kentara, seperti tingkat getaran serta kebisingan yang lebih minimal, stabilitas optimal ketika mengoperasikan mesin tunggal pada ketinggian tertentu, serta prosedur penyalaan mesin yang terasa jauh lebih halus.

Dena Hendriana turut menegaskan bahwa pengiriman unit tersebut merepresentasikan bagian dari realisasi komitmen penyelesaian kontrak pengadaan sembilan unit NC212i bersama Kementerian Pertahanan.

Satu unit tersisa dalam ikatan kontrak total sembilan unit pesawat itu dijadwalkan rampung serta diserahterimakan pada Oktober 2027.

Pilot in Command Ferry Letkol Pnb Andika Ardyagana, yang bertugas menerbangkan armada bersama Copilot Kapten Irvan Fajar, memastikan tingkat keandalan performa alutsista mutakhir tersebut selepas sukses mengantongi sertifikasi Flight Acceptance Certificate pada tanggal 9 Juli 2026.

"Untuk performa pesawat, kemarin kami melaksanakan pengembangan. Alhamdulillah, dapat mencapai kemampuan maksimumnya sehingga nanti setelah pelaksanaan ferry flight, kemudian dilaksanakan penerimaan oleh Kemenhan maupun oleh TNI AU. Harapan kami, pesawat ini akan menambah kekuatan TNI AU untuk menjaga kedaulatan RI," ujar Andika.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index