Airlangga Tawarkan Tarif 0% ke Investor Kanada, 90% Produk RI Bebas Bea Masuk

Kamis, 17 September 2026 | 11:16:00 WIB

DINAMIKAUANG.COM — Kanada akan menghapus atau menurunkan tarif untuk lebih dari 90 persen pos tarif produk Indonesia begitu ICA-CEPA berlaku efektif. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memanfaatkan momen tersebut untuk mengundang investor Kanada masuk ke sektor hilirisasi mineral kritis, energi bersih, hingga jasa keuangan digital.

Pemerintah Indonesia memakai forum Canada-ASEAN Business Council (CABC) Executive Dialogue di Toronto, Kanada, Senin (14/9), sebagai pintu masuk menarik modal dari Amerika Utara. Airlangga menyebut perjanjian dagang bilateral pertama Kanada dengan ASEAN itu sebagai instrumen yang datang di waktu yang tepat.

"ICA-CEPA adalah instrumen yang tepat, di waktu yang tepat," kata Airlangga dalam sambutannya.

Timbal Balik Tarif: 90% untuk RI, 86% untuk Kanada

Melalui ICA-CEPA, Kanada membuka akses pasar bagi lebih dari 90 persen pos tarifnya untuk produk Indonesia. Indonesia memberi perlakuan serupa untuk hampir 86 persen pos tarif produk Kanada.

Perjanjian disepakati di Ottawa, Kanada, pada 2025. Kedua negara kini sudah menyelesaikan ratifikasi dan masuk tahap pembahasan aturan teknis, termasuk rules of origin.

Lima Sektor yang Dibuka untuk Investor Kanada

Airlangga menyasar sektor-sektor yang saling melengkapi kekuatan kedua negara. Ia mengundang pelaku usaha dan investor Kanada menjajaki peluang berikut:

  • Hilirisasi mineral kritis, termasuk nikel dan bahan baterai
  • Energi bersih dan terbarukan
  • Agri-pangan dan perikanan berkelanjutan
  • Infrastruktur
  • Jasa keuangan dan digital

Pemerintah menyatakan tengah aktif membangun kerangka kerja pendukung bagi masuknya investasi di sektor-sektor tersebut.

Pasar Stabil Jadi Jualan Utama

Airlangga menempatkan stabilitas dan disiplin pengelolaan pertumbuhan sebagai nilai jual Indonesia di mata investor Kanada dan ASEAN.

"Indonesia menawarkan pasar bagi investor Kanada dan ASEAN yang tidak hanya besar, tetapi stabil dan disiplin dalam mengelola pertumbuhannya," ujar Airlangga.

Ia menilai dialog bersama pelaku usaha krusial karena merekalah ujung tombak perwujudan manfaat ICA-CEPA begitu perjanjian berlaku efektif. Kesiapan dunia usaha, katanya, perlu dibangun sejak dini.

"Dialog hari ini penting, karena pada akhirnya para pelaku usaha seperti anggota CABC-lah yang akan mewujudkan ICA-CEPA. Saya mendorong forum ini menjadi ajang pertukaran gagasan dua arah, dan juga berharap bahwa masukan yang diperoleh hari ini dapat diterjemahkan menjadi tindak lanjut yang konkret," katanya.

Nuklir hingga AI Masuk Pembahasan Bilateral

Di sela rangkaian acara, Airlangga menyampaikan sambutan pada CABC Reception bersama Menteri Industri Kanada Mélanie Joly. Ia mengajak lebih banyak investasi Kanada masuk ke sektor strategis, mulai dari mineral kritis, transisi energi, ketahanan pangan, hingga AI.

Airlangga juga membahas perkembangan kerja sama energi tenaga nuklir dengan CEO AtkinsRealis Ian L. Edwards. Secara terpisah, ia mendiskusikan penguatan kerja sama sektor keuangan Indonesia-Kanada dengan CEO Sun Life Kevin D. Strain.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Bagi eksportir Indonesia, penghapusan tarif Kanada atas lebih dari 90 persen pos tarif membuka ruang penetrasi ke pasar Amerika Utara yang selama ini digarap kompetitor ASEAN lain. Produsen nikel, baterai, dan produk perikanan berkelanjutan berada di posisi paling diuntungkan.

Bagi investor Kanada, kepastian aturan teknis seperti rules of origin menjadi syarat sebelum arus modal benar-benar masuk. Pembahasan aturan itu masih berjalan, sehingga realisasi investasi bergantung pada kecepatan penyelesaiannya.

CABC Executive Dialogue digelar di sela Canada Investment Summit sebagai forum penghubung pelaku usaha, investor, dan pemerintah dari ASEAN dan Kanada.

Terkini