Ajaib Kantongi Dana Rp 4,8 Triliun dari Jepang, Fokus Rekrut Teknologi dan Kembangkan Produk

Selasa, 01 September 2026 | 01:18:00 WIB

DINAMIKAUANG.COM — Di tengah tren investasi asing yang disebut-sebut meninggalkan pasar Indonesia, keputusan SBI Holdings menanamkan modalnya justru menjadi sinyal kepercayaan yang berbeda. Ajaib Group, perusahaan teknologi finansial lokal, resmi mengumumkan pendanaan Seri C tersebut di Bursa Efek Indonesia pada Senin (31/8/2026).

Ke Mana Dana Segar Ini Dialokasikan?

Anderson Sumarli, CEO & Co-Founder Ajaib Group, menegaskan prioritas penggunaan dana ini berada pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), khususnya di divisi teknologi. Perusahaan berencana memperbesar tim engineering, produk, bisnis, dan operasional untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

“Untuk investasi Rp 4,8 triliun ini tentunya kami ingin merekrut dan membesarkan SDM kami, terutama di bidang teknologi, jadi dari engineering, produk, bisnis, operations,” ujarnya dalam konferensi pers.

Selain perekrutan, porsi dana lainnya akan dialokasikan untuk riset dan pengembangan produk investasi. Ajaib berkomitmen menghadirkan instrumen yang lebih mudah diakses anak muda, mencakup saham dalam negeri, saham luar negeri, hingga aset digital.

“Kami ingin berinvestasi untuk mengembangkan produk-produk yang lebih baik lagi di Tanah Air,” tambah Anderson.

7 Juta Pengguna dan Profil Investor Baru

Hingga saat ini, Ajaib sudah mengoperasikan lima instrumen keuangan utama melalui satu aplikasi: saham, reksa dana, obligasi pemerintah (SBN dan FR), ETF, serta kripto. Basis penggunanya pun telah mendekati angka 7 juta orang, dengan mayoritas merupakan investor pemula dari kalangan muda.

Fenomena ini sejalan dengan data nasional yang mencatat jumlah investor saham di Indonesia kini sudah melampaui 10 juta orang. Menariknya, pertumbuhan itu terjadi justru ketika pendanaan perusahaan teknologi lokal mengalami kontraksi signifikan.

Sebagai gambaran, total pendanaan perusahaan teknologi Indonesia pada 2021 mencapai US$ 9,4 miliar. Angka tersebut merosot tajam menjadi sekitar US$ 340 juta sepanjang 2025. "Ketika modal asing keluar, justru masyarakat Indonesia masuk," ujar Anderson, merujuk pada meningkatnya partisipasi investor ritel domestik.

Optimisme di Tengah Tekanan Global

Komisaris Utama Ajaib Group, Andi Gani Nani Wea, menilai masuknya pendanaan dari SBI Holdings membuktikan bahwa Indonesia tetap memiliki daya tarik bagi pemodal global. Ia berharap langkah ini dapat mengundang lebih banyak investasi asing ke sektor teknologi Tanah Air.

“Ketika banyak rumor investasi asing lari dari perdagangan saham di Indonesia, tapi buktinya Rp 4,8 triliun masuk ke Ajaib Group,” tegas Andi Gani. Ia juga mendorong penguatan edukasi finansial bagi generasi muda yang baru memulai investasi.

Dengan tambahan modal ini, Ajaib menargetkan ekspansi organisasi yang lebih luas, termasuk penciptaan lapangan kerja berkualitas di Indonesia. Kepercayaan dari SBI Holdings menjadi modal penting bagi Ajaib untuk terus memperkuat posisinya sebagai platform investasi ritel terdepan di pasar lokal. Pendanaan ini juga menjadi penanda bahwa minat investor asing terhadap ekonomi digital Indonesia belum mereda.

Terkini

Banjir Nepal: 900 Tewas, Warga Kembali ke Rumah yang Rusak

Selasa, 01 September 2026 | 04:37:00 WIB

Konflik AS-Iran Panas, Rupiah Jatuh ke Rp 17.722 per Dolar AS

Selasa, 01 September 2026 | 02:50:00 WIB

Veda Ega Akui Buntu Usai Finis Ke-20 di Moto3 Aragon 2026

Selasa, 01 September 2026 | 02:32:15 WIB

Premier League Jawab Kontroversi Handball Maguire & Alisson

Selasa, 01 September 2026 | 02:27:36 WIB

Alasan Persib Belum Pakai Jersey Terbaru Kontra Manila Digger

Selasa, 01 September 2026 | 02:22:02 WIB