DINAMIKAUANG.COM — Lima menit setelah perdagangan dibuka di Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi sudah mencapai 3 miliar saham dengan nilai Rp1,3 triliun. Sebanyak 318 saham terpantau menghijau, sementara 147 saham melemah dan 229 saham lainnya stagnan.
Sentimen positif yang menyelimuti pasar pagi ini datang dari dua sisi. Pertama, aksi demonstrasi yang berlangsung di sejumlah titik Jakarta dinilai berjalan aman. Kedua, kepastian Destry Damayanti memimpin Bank Indonesia menghapus ketidakpastian di mata pelaku pasar.
Apa Kata Analis Soal Pergerakan IHSG Hari Ini?
BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan indeks akan bergerak mixed to positive pada sesi perdagangan hari ini. Level support berada di kisaran 6.360–6.400, sementara resistance dipatok pada 6.600–6.630.
Artinya, selama indeks bertahan di atas level support, peluang penguatan lanjutan masih terbuka. Namun, investor tetap perlu mencermati pergerakan jelang akhir pekan, mengingat aksi ambil untung kerap terjadi.
Faktor Politik dan Kepastian Regulator Jadi Katalis Pasar
Kekhawatiran pasar terhadap gejolak politik mereda setelah aksi demonstrasi berlangsung tanpa insiden berarti. Kondisi ini memberi ruang bagi investor untuk kembali masuk ke pasar saham.
Di sisi lain, kepastian Destry Damayanti sebagai Gubernur BI memberikan sinyal stabilitas kebijakan moneter. Pelaku pasar menilai hal ini penting di tengah tekanan inflasi dan fluktuasi nilai tukar rupiah.
Kombinasi kedua faktor tersebut menjadi pendorong utama penguatan indeks pada pembukaan perdagangan pagi ini.
Saham Penggerak dan Proyeksi Jangka Pendek
Dengan mayoritas saham menguat, sektor perbankan dan barang konsumsi diperkirakan menjadi penopang utama laju IHSG. Investor ritel pun mulai menunjukkan minat beli, terlihat dari frekuensi transaksi yang mencapai 185.472 kali dalam lima menit pertama.
Para analis menyarankan investor mencermati pergerakan indeks di level resistance 6.600. Jika mampu ditembus, bukan tidak mungkin IHSG melanjutkan tren positif pada pekan depan. Namun, jika gagal, koreksi teknikal bisa terjadi.
Kepastian politik dan regulator menjadi modal berharga bagi pasar untuk kembali ke jalur penguatan di tengah ketidakpastian ekonomi global.