IHSG Sesi 1 Melemah Tipis ke 6.496, Sektor Kesehatan Justru Melonjak 5,28%

Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:25:00 WIB

DINAMIKAUANG.COM — Pasar saham Indonesia membuka perdagangan pertama setelah libur panjang dengan arah yang beragam. IHSG sempat melesat ke level tertinggi 6.532,17, namun tak berselang lama indeks justru terperosok hingga menyentuh titik terendah 6.422,61 sebelum akhirnya memangkas sebagian besar koreksinya.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan sebanyak 419 saham tercatat melemah, sementara 209 saham menguat dan 160 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi pada sesi ini mencapai Rp8,98 triliun dengan volume perdagangan 232,12 juta lot.

Sektor Kesehatan Jadi Penyelamat, Perbankan Justru Menahan

Pergerakan indeks terbelah di tengah tekanan jual yang dominan. Sektor kesehatan menjadi pendorong utama dengan lonjakan signifikan sebesar 5,28%, disusul properti yang naik 2,24%. Sektor barang baku dan energi juga bertahan di zona hijau meski tipis.

Di sisi lain, sektor utilitas menjadi pemberat terbesar dengan koreksi 0,86%, diikuti sektor teknologi yang melemah 0,85%. Saham-saham perbankan besar justru ikut menekan laju indeks, dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi kontributor negatif terbesar mencapai 4,67 poin, disusul Bank Mandiri (BMRI) yang minus 1,74 poin.

Saham Rumah Sakit dan Tambang Menopang Indeks

Di tengah pelemahan, sejumlah saham mencatatkan kontribusi positif yang signifikan. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), emiten rumah sakit, menjadi penopang utama dengan kontribusi 8,06 poin terhadap IHSG. Saham properti PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) menyusul dengan sumbangan 5,22 poin, sementara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menopang indeks sebesar 5,21 poin.

Saham-saham grup Merdeka juga turut mendorong indeks, dengan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berkontribusi 3,72 poin dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar 1,98 poin.

Dua Sentimen Besar Menanti Investor

Pelaku pasar domestik tengah mengarahkan perhatian pada uji kelayakan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia, sebuah proses yang akan menentukan arah kebijakan moneter ke depan. Selain itu, rencana pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis juga menjadi sorotan pelaku industri.

Dari sisi global, pasar menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat, termasuk indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) periode Juli yang menjadi acuan utama The Fed. Eskalasi perang dagang antara AS dan Kanada ikut membayangi sentimen kawasan setelah Ottawa mengumumkan tarif balasan senilai sekitar US$20 miliar terhadap lebih dari 700 jenis produk AS, merespons kebijakan tarif 50% yang diberlakukan Presiden Donald Trump pada akhir pekan lalu.

Dengan volatilitas yang masih tinggi, pergerakan IHSG pada sesi kedua akan sangat ditentukan oleh arah dana asing serta perkembangan sentimen global dan domestik yang masih dinamis.

Terkini