Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS di Awal Pekan, JISDOR Ikut Terangkat

Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS di Awal Pekan, JISDOR Ikut Terangkat
Rupiah menguat tipis ke Rp17.690 per dolar AS pada awal pekan di pasar spot.

DINAMIKAUANG.COM — Mengutip data perdagangan di pasar spot, penguatan rupiah pada Senin pagi ini terbilang tipis, hanya 0,02 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.694 per dolar AS. Meski tipis, pergerakan ini menunjukkan adanya tekanan beli terhadap rupiah di awal sesi perdagangan Asia.

Penguatan ini tidak terlepas dari kinerja positif rupiah pada sesi terakhir pekan lalu. Pada Jumat sore, rupiah tercatat menguat signifikan 54 poin atau 0,30 persen dari level Rp17.748 menjadi Rp17.694 per dolar AS. Level penutupan tersebut menjadi acuan utama bagi pergerakan pembukaan pekan ini.

JISDOR Ikut Menguat di Akhir Pekan

Bank Indonesia (BI) turut mengonfirmasi penguatan nilai tukar melalui data kurs acuan. Pada Jumat, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) tercatat berada di level Rp17.705 per dolar AS, naik dari posisi sebelumnya yang menyentuh Rp17.779 per dolar AS.

Kenaikan JISDOR ini mengindikasikan bahwa penguatan rupiah tidak hanya terjadi di pasar spot, tetapi juga terkonfirmasi oleh kurs acuan resmi bank sentral. Data ini biasanya menjadi patokan bagi transaksi korporasi dan instrumen derivatif di dalam negeri.

Stabilitas Jadi Kunci di Tengah Gejolak Eksternal

Pergerakan rupiah yang cenderung stabil di kisaran Rp17.690-Rp17.750 dalam beberapa hari terakhir mencerminkan efektivitas intervensi bank sentral di pasar valas. Tekanan eksternal dari penguatan indeks dolar AS masih menjadi faktor utama yang membatasi apresiasi lebih lanjut mata uang Garuda.

Pelaku pasar tampak lebih memilih posisi wait and see sambil menunggu data ekonomi AS terbaru yang akan dirilis pekan ini. Data inflasi dan klaim tunjangan pengangguran AS akan menjadi katalis utama yang menentukan arah pergerakan dolar secara global, sekaligus menentukan langkah selanjutnya bagi rupiah.

Dari sisi domestik, sentimen positif masih datang dari fundamental ekonomi yang terjaga. Namun, kebutuhan impor bahan baku dan energi yang masih tinggi membuat permintaan dolar tetap solid, sehingga menjaga rupiah tetap berada di zona aman tanpa mengalami depresiasi yang dalam.

Para analis menilai rentang pergerakan rupiah pekan ini akan berada di kisaran Rp17.650 hingga Rp17.750 per dolar AS. Level support terdekat berada di Rp17.650, sementara resistance psikologis masih bertahan di angka Rp17.700.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index