DINAMIKAUANG.COM — Kekalahan agregat 5-5 dengan LASK yang menang berkat keunggulan gol tandang menjadi mimpi buruk baru bagi Celtic. Kapten Callum McGregor, yang tampil sejak awal, meluapkan kemarahannya setelah pertandingan. Ia menyebut rekan-rekan setimnya "pasif" dan "takut" di momen krusial.
"Sekarang kita akan lihat mental seperti apa yang dimiliki para pemain," ujar McGregor dengan nada dingin, jauh dari gaya bicaranya yang biasanya tenang. Kemarahan kapten ini menjadi sorotan karena ia adalah pemain paling berpengalaman di skuad Celtic.
Keunggulan 4-0 Luluh dalam 90 Menit
Gol pembuka McGregor pada menit awal sempat membuat Celtic terbang. Namun, LASK tidak gentar. Tim asal Austria itu membalas dengan agresivitas luar biasa. Gol balasan pertama datang dari kesalahan umpan Benjamin Nygren, yang langsung dimanfaatkan lawan untuk menipiskan agregat.
Memasuki babak kedua, pertahanan Celtic mulai rapuh. Auston Trusty, bek tengah yang diharapkan menjadi tembok kokoh, justru mudah dilewati dan menjadi titik lemah yang dieksploitasi LASK. Dua gol cepat di awal babak kedua membuat skor agregat berubah menjadi 4-3 dan gugupnya Celtic semakin terlihat.
LASK Lepas 40 Tembakan, Celtic Tanpa Arah
Dominasi LASK tidak bisa dibendung. Mereka melepaskan total 40 tembakan sepanjang pertandingan, sebuah statistik yang menunjukkan betapa hancurnya pertahanan Celtic. Sementara itu, lini serang Celtic kehilangan arah. Mereka tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran di babak kedua dan babak tambahan.
Kasper Hogh dan Cameron Carter-Vickers bermain dengan kondisi tidak fit, memperparah keadaan. Pelatih Martin O'Neill yang menyaksikan dari pinggir lapangan tampak tak berdaya. Lima pergantian pemain yang dilakukannya dalam 12 menit tidak mengubah apa pun.
Kegagalan Lain di Pentas Eropa
Bagi McGregor, ini adalah kekalahan Eropa yang paling menyakitkan. Ia telah melalui banyak malam kelam bersama Celtic, termasuk kekalahan telak 7-1 dari Borussia Dortmund dan 7-0 dari Barcelona. Namun, kali ini berbeda karena Celtic sempat unggul jauh dan kehilangan segalanya dalam satu pertandingan.
"Kami seperti kelinci yang ketakutan di tengah sorotan lampu," tulis media Inggris, menggambarkan kepanikan yang melanda para pemain Celtic. Kekalahan ini menambah panjang daftar kegagalan Celtic di Eropa dan memunculkan kembali pertanyaan besar tentang mentalitas tim dalam menghadapi tekanan.