Laba Bersih PGEO Dipatok US$150 Juta Hingga US$160 Juta Tahun 2026

Laba Bersih PGEO Dipatok US$150 Juta Hingga US$160 Juta Tahun 2026
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (Foto: NET)

JAKARTA — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) mengincar laba bersih pada 2026 di kisaran US$150 sampai US$160 juta. Direktur Keuangan PGEO, Fransetya Hutabarat menyampaikan bahwa proyeksi tersebut diperhitungkan berdasarkan pencapaian kinerja pada semester pertama 2026.

Sepanjang paruh pertama 2026, PGEO mencatatkan laba bersih sebesar US$79,62 juta, yang mengalami kenaikan 15,46% secara *year on year* (YoY) apabila dibandingkan dengan perolehan laba bersih semester I/2025 yang berada di angka US$68,96 juta.

"Dari realisasi first half kami mungkin dikali dua, kurang lebih di level itu [target] net income kami. Kalau untuk [target] pendapatan kan di semester pertama US$235 juta, jadi [target 2026] sekitar US$455," tutur Fransetya sewaktu ditemui usai konferensi pers kinerja semester I/2026 PGEO di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Pada semester pertama 2026, PGEO meraup laba kotor senilai US$130,44 juta, bertumbuh 8,11% YoY dari US$120,65 juta. Di sisi lain, gross profit margin (GPM) tercatat pada angka 55,50%, mengalami penurunan dari posisi sebelumnya yaitu 58,90%.

Fransetya menerangkan bahwa susutnya GPM tersebut lebih dikarenakan adanya kalkulasi depresiasi biaya dari pengoperasian proyek baru perusahaan, yakni PLTP Lumut Balai Unit 2 pada 2025 yang mempunyai kapasitas terpasang sebesar 55 MW.

"Kalau kami lihat di sini, dari sudut pandang depresiasinya sudah masuk, tapi angkanya masih di level yang cukup tinggi yaitu di sekitar 55,5%," ungkapnya.

Sementara itu, EBITDA perseroan tercatat mendaki 9,41% dari US$168,19 juta menjadi US$184,02 juta. Di sisi lain, marjin EBITDA mengalami koreksi 3,81% dari level 82,10% menuju posisi 78,30%.

Sekalipun turun, ia menegaskan bahwa korporasi yang sanggup mempertahankan marjin EBITDA pada level 78% memperlihatkan kondisi fundamental yang kokoh.

Dari segi neraca keuangan, PGEO membukukan total aset senilai US$2,97 miliar, atau terkoreksi 2,23% secara year to date (YtD).

Perseroan membukukan total liabilitas sebesar US$961,18 juta, menyusut 2,80% YtD. Liabilitas tersebut mencakup liabilitas jangka pendek sejumlah US$198,35 juta dan liabilitas jangka panjang US$762,83 juta. Masing-masing komponen tersebut turun 7,44% YtD dan 1,52% YtD.

Di samping itu, total ekuitas perusahaan bertengger di level US$2 miliar, turun 1,95% YtD dari posisi US$2,04 miliar pada penutupan 2025.

Bergeser ke sektor belanja modal, PGEO sudah menggelontorkan capital expenditure (capex) sejumlah US$23,82 juta sepanjang kurun waktu Januari hingga Juni 2026. Jumlah tersebut bertambah 8,82% secara YoY.

Dana belanja modal itu dialokasikan untuk development expenditure senilai US$13,66 juta serta *maintenance expenditure* senilai US$10,16 juta.

"Fokus kami untuk development expenditure itu sudah meningkat sekitar 31,47% walaupun kami melihat di sini maintenance expenditure ini agak sedikit turun [11,65%]," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index