Mengenal Spesifikasi M-346 Block 20, Jet Tempur Baru Milik TNI AU

Mengenal Spesifikasi M-346 Block 20, Jet Tempur Baru Milik TNI AU
Spesifikasi M-346 Block 20, Jet Latih Tempur Baru TNI Angkatan Udara [FOTO: NET].

JAKARTA - Pesawat jet M-346 Block 20 buatan perusahaan manufaktur Leonardo asal Italia, yang resmi dipinang oleh Kementerian Pertahanan demi kepentingan TNI Angkatan Udara, berkedudukan sebagai armada pesawat latih lanjut (advanced trainer) yang sekaligus dibekali kemampuan fungsional sebagai pesawat tempur ringan (light combat aircraft) ditopang sistem avionik modern serta persenjataan serbaguna (multirole).

Merujuk pada himpunan data yang dihimpun oleh kantor berita ANTARA di Jakarta pada hari Jumat, seremonial penandatanganan kontrak pengadaan sebanyak 12 unit pesawat tersebut telah dilangsungkan bertempat di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Selasa (21/7/2026), dengan disaksikan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

Secara dimensional, M-346 Block 20 memiliki ukuran panjang fisik sekitar 11,5 meter, bentangan sayap mencapai 10,1 meter, serta tinggi total berada di angka 4,76 meter. Wahana udara ini dibekali bobot maksimum saat lepas landas di kisaran 10,4 ton dengan kapasitas tampung bahan bakar internal sebesar kurang lebih 2 ton.

Sektor penggerak pesawat ini mengandalkan dua unit mesin turbofan berjenis Honeywell F124-GA-200, di mana masing-masing mesin sanggup menyemburkan daya dorong sekitar 2.850 kilogram.

Berbekal konfigurasi mekanis tersebut, M-346 Block 20 sanggup digeber hingga kecepatan puncak sekitar 1.075 kilometer per jam, mengantongi batas ketinggian operasional maksimal (service ceiling) hingga 13.715 meter, serta mampu mendaki ke ketinggian 30.000 kaki dalam durasi tempo sekitar 2,5 menit.

Guna menunjang misi pelatihan serta operasi tempur, armada ini memiliki daya tahan terbang berkisar 2,5 jam dalam mode konfigurasi standar, yang dapat diekstensi hingga durasi sekitar 3,5 jam dengan memanfaatkan tambahan tiga buah tangki cadangan bahan bakar eksternal.

Masuk ke ranah sistem avionik, varian Block 20 membawa lompatan pembaruan yang amat masif apabila dikomparasikan dengan generasi terdahulunya. Bagian kokpit kini telah mengadopsi dua layar tampilan ukuran besar atau Large Area Display (LAD), perangkat Helmet Mounted Display (HMD) berbasis teknologi augmented reality, radar jenis Active Electronically Scanned Array (AESA), perekam data serta video digital (digital video and data recorder), manajemen kendali persenjataan beserta sistem navigasi mutakhir, hingga tautan data Link 16 yang selama ini menjadi standar operasional luas di kalangan aliansi negara-negara NATO.

Aspek kemampuan bertahan hidup pesawat turut ditingkatkan secara signifikan melalui instalasi sistem Defensive Aids Sub-System (DASS) yang mencakup fitur radar warning receiver (RWR), sistem peringatan pendekatan misil atau missile approach warning system (MAWS), hingga perangkat pelontar penangkal rudal berupa chaff dan flare.

M-346 Block 20 menyediakan total sembilan titik cantel eksternal (hardpoints) guna menggotong beragam varian amunisi tempur.

Pesawat ini kompatibel dipasangi rangkaian rudal udara-ke-udara jenis AIM-9 Sidewinder maupun IRIS-T, rudal serang udara-ke-permukaan Brimstone, rudal antikapal Marte ER, aneka jenis bom presisi berpemandu seperti seri JDAM dan Paveway, roket, modul gun pod, hingga perangkat targeting pod guna mengoptimalkan jalannya misi dukungan udara dekat (close air support / CAS).

Pesawat Latih Pihak Kementerian Pertahanan membeberkan alasan mendasar di balik keputusan pembelian armada tersebut, yakni difungsikan secara khusus sebagai sarana wahana latihan bagi para penerbang tempur di lingkungan kesatuan TNI Angkatan Udara.

"Salah satu pertimbangannya adalah memenuhi kebutuhan pelatihan pilot TNI Angkatan Udara sekaligus mendukung kesiapan operasional," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo di Jakarta, Kamis (23/7).

Rico menjabarkan bahwa tipe M-346 F Block 20 dijatuhkan sebagai opsi terpilih lantaran spesifikasi teknis serta kapabilitas pesawat tersebut dinilai paling selaras dengan doktrin pertahanan udara yang dianut oleh institusi militer Indonesia.

Di samping faktor kesesuaian kebutuhan taktis pertahanan, ia menerangkan bahwa transaksi pengadaan jet tempur ini juga merepresentasikan bagian dari langkah konkret TNI dalam meremajakan dan memodernisasi jajaran alutsista yang dimiliki.

Ia menyematkan keyakinan penuh bahwa tingkat kapabilitas pertahanan nasional bakal melonjak semakin tangguh seiring adanya peningkatan mutu teknologi alutsista di tubuh TNI.

Rico menambahkan bahwa draf kontrak pembelian tersebut telah resmi ditandatangani serta kini telah memasuki tahap implementasi yang berjalan efektif. Menurut keterangannya, apabila seluruh tahapan dapat berlangsung tanpa hambatan, proses pengiriman 12 unit jet tempur modern itu ke tanah air dijadwalkan mulai bergulir pada tahun 2030 mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index