DINAMIKAUANG.COM — Titik panas tingkat kepercayaan tinggi secara nasional turun 400 titik menjadi 1.037 hingga Selasa (15/9) malam, menurut data SiPongi Kementerian Kehutanan. Penurunan itu mendorong Kemenhut memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi prioritas. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan tren penurunan terjadi berkat kerja sama lintas instansi di lapangan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan perkembangan titik panas terus dipantau melalui Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kemenhut. Pemantauan dilakukan karena kondisi karhutla masih dinamis meski angka nasional menunjukkan penurunan.
"Saya tidak bisa memprediksi, namun perlu saya laporkan per hari ini angkanya terus menurun. Dan ini angka yang sangat terbuka, transparan, teman-teman bisa cek di SiPongi Kemenhut, ya," kata Raja Juli seusai rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu.
Data Satelit: 1.037 Titik Panas per 15 September
Berdasarkan data SiPongi yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 hingga Selasa (15/9) pukul 21.05 WIB, tercatat 1.037 titik panas tingkat kepercayaan tinggi secara nasional. Jumlah itu berkurang 400 titik dibandingkan sehari sebelumnya.
Kemenhut menjelaskan titik panas merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit. Temuan itu tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran.
Kalimantan Turun, Sumatera Selatan dan Jambi Naik
Di enam provinsi prioritas, Kalimantan Tengah mencatat 266 titik panas, turun dari 689 titik. Kalimantan Barat turun dari 203 menjadi 43 titik, sedangkan Kalimantan Selatan turun dari 112 menjadi 72 titik.
Sumatera Selatan mencatat peningkatan dari 116 menjadi 245 titik panas. Jambi naik dari sembilan menjadi 62 titik, sedangkan Riau mencatat 15 titik setelah sebelumnya nihil.
"Jadi sekali lagi trennya terus menurun karena kerja keras teman-teman dari tadi, Manggala Agni Kemenhut, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api," ujar Raja Juli.
Operasi Gabungan Jadi Kunci Penurunan
Penurunan titik panas nasional tidak lepas dari operasi pengendalian yang melibatkan Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, BPBD, dan Masyarakat Peduli Api. Kemenhut memperkuat operasi tersebut seiring dinamika kondisi karhutla yang masih berlangsung.
Raja Juli menyampaikan laporan penurunan angka itu dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI. Forum legislasi tersebut menjadi arena Kemenhut memaparkan perkembangan terkini penanganan karhutla kepada wakil rakyat.
Sumatera Selatan Jadi Perhatian
Dari enam provinsi prioritas, Sumatera Selatan mencatat kenaikan tertinggi, dari 116 menjadi 245 titik panas. Jambi juga mencatat lonjakan dari sembilan menjadi 62 titik, sementara Riau kembali mencatat 15 titik setelah sebelumnya nihil.
Kenaikan di sejumlah wilayah Sumatera itu terjadi bersamaan dengan penurunan signifikan di Kalimantan. Kemenhut belum memerinci faktor penyebab perbedaan tren antarwilayah tersebut.
Data SiPongi diperbarui berkala dan dapat diakses publik. Kemenhut mengajak masyarakat memantau langsung perkembangan titik panas melalui sistem tersebut.