Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Putin di EEF 2026 Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 18:41:02 WIB
Presiden Prabowo hadir di Eastern Economic Forum 2026 di Vladivostok sebagai tamu kehormatan Putin [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Negara Prabowo Subianto mendarat di Vladivostok International Airport, Rusia, Rabu (2/9/2026) jam 10.28 waktu setempat. Kedatangan ini berlangsung seusai menempuh perjalanan udara selama 8 jam dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang dilepas pada Selasa (1/9/2026) pukul 23.20 WIB.

Di area bandara, Prabowo disambut oleh Vice Governor of Primorye Region Said Yusupov, Minister Of Foreign Relations of Vladivostok Konstantin Sidorenko, Duta Besar RI untuk Rusia Jose Tafares, Athan Moscow Marsma TNI Budi Susilo, serta Konsul Kehormatan RI di Vladivostok Anton Zubkho. 

Kepala negara terlihat mengenakan pakaian safari cokelat berlengan panjang. Ornamen bendera Indonesia dan Rusia tampak berkibar di bagian depan pesawat kepresidenan.

Kedatangan Prabowo ke Vladivostok dihajatkan untuk menghadiri Eastern Economic Forum / EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan utama berlandaskan undangan langsung dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Presiden Putin secara khusus mengundang Bapak Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF. Ini merupakan cerminan hubungan erat Indonesia dan Rusia yang terus dibangun dan diperkuat melalui diplomasi langsung kedua pemimpin,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

Apa itu EEF 2026

Gelaran EEF ke-11 dilangsungkan di kawasan kampus Far Eastern Federal University / FEFU, Pulau Russky, Vladivostok, pada 1–4 September 2026. Forum ini menjadi sarana utama Moskow untuk menggaet investasi serta memantapkan kemitraan ekonomi bersama negara-negara kawasan Asia-Pasifik.

Tahun ini forum tersebut mengangkat tema “The Far East: Development for the Benefit of People” atau “Far East: Development for the Benefit of the People”. Pengangkatan tema itu menandai pergeseran arah strategi pihak Rusia. Wilayah Timur Jauh tak lagi sebatas difungsikan sebagai penyedia sumber daya, melainkan dikembangkan sebagai platform manufaktur, teknologi, finansial, transportasi, serta SDM untuk merambah pasar ekonomi Asia-Pasifik.

Sejak didirikan pada 2015, EEF berperan sebagai sarana memantapkan relasi antara investor domestik Rusia dan pelaku usaha global. Penasihat Presiden Rusia Anton Kobyakov menyebut forum ini sebagai arena koordinasi pembangunan wilayah serta penarikan modal, sekaligus mematangkan keputusan yang direalisasikan ke dalam proyek nyata — mulai dari kawasan pengembangan, master plan perkotaan, peluang bisnis baru, sarana infrastruktur, hingga fasilitas publik.

Di sisi lain, pergerakan ekonomi Distrik Federal Timur Jauh saat ini sanggup melampaui capaian rata-rata nasional Rusia. Penanaman modal tetap melesat 2 kali lipat sejak 2014, output industri melonjak 1,3 kali, dan lebih dari 1.000 badan usaha baru resmi beroperasi.

Peserta dan Agenda

Lebih dari 5.000 partisipan yang berasal dari 70 negara dan wilayah telah menyelesaikan pendaftaran. Program agenda bisnis EEF 2026 mencakup sesi dialog bersama pihak Rusia, China, Mongolia, Myanmar, Vietnam, serta Indonesia.

Puncak kegiatan bertumpu pada sesi pleno tanggal 3 September yang bakal dihadiri Putin berdampingan dengan Prabowo sebagai tamu kehormatan utama. Turut hadir pula Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Pertama Myanmar Nyo Saw, dan Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang.

Kremlin via Yury Ushakov telah membenarkan penetapan Prabowo sebagai tamu kehormatan utama pada EEF 2026. Putin dijadwalkan melangsungkan pertemuan dengan Prabowo di sela perhelatan forum pada 3 September. Ini menjadi kali kedua Prabowo diundang sebagai tamu kehormatan pada forum ekonomi berskala besar di Rusia. Sebelumnya Prabowo sempat berpartisipasi pada perhelatan St. Petersburg International Economic Forum tahun lalu.

“Ini kali kedua Presiden Prabowo dipercaya menjadi tamu kehormatan dalam forum ekonomi internasional yang diselenggarakan oleh Rusia, setelah sebelumnya pada tahun lalu hadir dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF),” lanjut Teddy.

Peran Strategis

Menurut Teddy, pihak Rusia menilai Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Asia-Pasifik. Kedudukan Indonesia sebagai bagian dari anggota Asean, representasi kelompok Global South, serta negara dengan populasi Muslim terbesar turut menjadi faktor pertimbangan.

“Indonesia dipandang Rusia sebagai salah satu mitra utama dan strategis di Asia-Pasifik, anggota Asean yang dihormati, serta salah satu negara penting yang merepresentasikan Global South dan dunia Muslim. Ini menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam percaturan global,” ujar Teddy.

Di sela pelaksanaan EEF, jajaran pemerintah akan mendorong realisasi kerja sama bilateral yang lebih nyata, utamanya pada ranah ekonomi, perdagangan, investasi, energi, serta bidang strategis lainnya.

“Politik luar negeri Indonesia tetap bebas aktif. Bapak Presiden Prabowo membangun hubungan baik dengan semua negara, memperluas persahabatan, sekaligus memastikan diplomasi Indonesia menghasilkan manfaat konkret bagi kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat,” tutur Teddy.

Bagi pemerintah Rusia, perhelatan EEF kini bukan lagi sebatas respons atas sanksi negara-negara Barat, melainkan elemen struktural perekonomian nasional untuk melakukan pergeseran fokus ke kawasan Timur. Forum ini turut dimanfaatkan untuk mempromosikan Jalur Laut Utara sebagai rute alternatif pengganti Terusan Suez.

Jajaran yang ikut serta dalam rombongan Presiden yakni Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menlu Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Seskab Teddy Indra Wijaya.

Keberangkatan Presiden sebelumnya dilepas oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri PKP Maruarar Sirait, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BIN Muhammad Herindra.

Terkini