Kesepian Berkepanjangan Bisa Picu Serangan Jantung dan Stroke

Kesepian Berkepanjangan Bisa Picu Serangan Jantung dan Stroke

DINAMIKAUANG.COM — American Heart Association (AHA) telah lama menyoroti isolasi sosial dan perasaan kesepian sebagai faktor yang relevan terhadap kesehatan organ vital manusia. Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Adam Prabata, menegaskan bahwa dampaknya tidak berhenti pada gangguan perasaan belaka.

"Kesepian ternyata bukan cuma bikin hati nggak enak. Jantung dan otak juga bisa ikut kena dampaknya," tulis dr. Adam dalam unggahan di akun Threads miliknya, dikutip Rabu (2/9/2026).

Hubungan Kesepian dengan Penyakit Kronis

Berbagai riset yang menguji kaitan antara kesepian dan isolasi sosial dengan penyakit kronis menunjukkan hasil yang signifikan. Kurangnya interaksi sosial dalam jangka panjang terbukti dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke.

Data yang disampaikan dr. Adam mengungkapkan angka yang cukup mengkhawatirkan. Risiko terkena penyakit jantung dan stroke pada individu yang mengalami kesepian berkepanjangan dapat meningkat hingga 32 persen.

Kondisi ini terjadi karena isolasi sosial memicu respons stres berkepanjangan dalam tubuh. Respons tersebut pada akhirnya memengaruhi kerja jantung dan aliran darah menuju otak.

Mengapa Hal Ini Perlu Diperhatikan?

Kesepian kini tidak lagi bisa dianggap sebagai masalah sepele atau sekadar bagian dari dinamika kehidupan modern. Dalam praktik klinis, kondisi psikososial seperti ini mulai mendapat perhatian serius karena korelasinya dengan angka kesakitan kardiovaskular.

Terlebih bagi kelompok lanjut usia yang rentan mengalami isolasi sosial, baik karena ditinggal keluarga maupun keterbatasan mobilitas. Namun, kelompok usia produktif yang tinggal di perkotaan dengan gaya hidup individualistis juga berisiko mengalaminya tanpa disadari.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Membangun interaksi sosial yang bermakna menjadi langkah utama untuk menekan risiko tersebut. Beberapa hal sederhana yang bisa dicoba antara lain:

  • Menjaga komunikasi rutin dengan keluarga dan teman dekat
  • Terlibat dalam komunitas sosial atau kegiatan keagamaan secara berkala
  • Membuka diri pada aktivitas yang melibatkan orang lain, baik daring maupun luring
  • Melatih kemampuan untuk mengenali emosi diri sendiri dan tidak ragu mencari pertolongan bila merasa tertekan

Menjaga kesehatan jantung tidak cukup hanya dengan pola makan sehat dan olahraga teratur. Koneksi sosial yang erat dan kesehatan emosional yang terjaga sama pentingnya dalam melindungi organ vital ini.

Kesepian yang sudah mengganggu aktivitas sehari-hari atau menyebabkan stres berkepanjangan sebaiknya tidak dipendam sendiri. Konsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog atau dokter umum dapat menjadi langkah awal yang tepat untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index