Rupiah Lemah di Awal September 2026, Sentuh Rp17.744 per Dolar AS

Selasa, 01 September 2026 | 04:19:31 WIB
Nilai tukar rupiah. (Foto: NET)

JAKARTA — Nilai tukar rupiah berakhir melemah sebanyak 22 poin pada posisi Rp17.744 dalam sesi perdagangan hari Selasa (1/9/2026). Rupiah tengah berada di bawah tekanan akibat paduan faktor sentimen global serta domestik.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memaparkan bahwa dari aspek sentimen global, para pelaku pasar keuangan sedang mengawasi dinamika konflik di wilayah Timur Tengah.

"Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran menyusul terjadinya saling serang secara langsung untuk pertama kalinya dalam sebulan terakhir pada hari Minggu. Hal ini meningkatkan ketegangan dalam konflik yang sebelumnya sempat beralih menjadi kebuntuan ekonomi," kata Ibrahim, Selasa (1/9/2026).

Selain faktor konflik, pasar turut memantau arah kebijakan suku bunga The Fed. Ibrahim menguraikan bahwa pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam Simposium Jackson Hole membawa nuansa hawkish yang kembali memicu perkiraan bahwa bank sentral berpotensi menaikkan suku bunga paling cepat pada bulan September. 

Menurutnya, langkah tersebut berpotensi memicu lonjakan signifikan pada nilai tukar dolar AS beserta imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka pendek.

"Pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 66% untuk kenaikan suku bunga pada bulan September, naik dari sekitar 38% sebelum pidato Warsh," kata dia.

Sementara itu, untuk faktor dari dalam negeri, para pelaku pasar keuangan sedang mencermati sejumlah rilis data ekonomi. 

Indonesia membukukan tingkat inflasi sebesar 0,21% secara bulanan (month to month/MtM) pada Agustus 2026, setelah sebelumnya mengalami deflasi 0,14% pada Juli 2026. Bila dihitung secara tahunan (year on year/YoY), inflasi Indonesia pada Agustus 2026 berada pada posisi 3,19%.

Di samping itu, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus senilai US$120 juta pada Juli 2026, setelah sempat membukukan defisit sebesar US$450 juta pada Juni 2026 lalu. Indonesia mencatatkan total ekspor Juli 2026 hingga mencapai US$26,22 miliar atau bertumbuh 6,05% jika disandingkan dengan Juli 2025 (YoY).

Menanggapi berbagai sentimen yang membayangi pasar tersebut, Ibrahim memproyeksikan pergerakan rupiah pada perdagangan hari Rabu (2/9) esok hari akan ditutup melemah.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.740 sampai Rp17.790 per dolar AS," tandasnya.

Terkini