Prospek ADRO Cerah Berkat Diversifikasi Non-Batu Bara

Prospek ADRO Cerah Berkat Diversifikasi Non-Batu Bara
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) mulai memperluas sumber pertumbuhan usaha di luar sektor batu bara melalui pengembangan lini mineral dan aluminium yang dilakukan oleh Grup Alamtri. 

Langkah diversifikasi ini dirancang untuk memperbesar porsi kontribusi bisnis non-batu bara, di tengah dominasi sektor pertambangan terhadap performa keseluruhan ADRO.

Sepanjang semester I/2026, ADRO mencatatkan pendapatan usaha sebesar US$999,24 juta atau tumbuh 16,51% secara tahunan dari perolehan sebelumnya yang senilai US$857,69 juta. 

Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 76,83% menjadi US$309,37 juta dari US$174,94 juta pada periode yang sama tahun lalu. 

Berdasarkan segmen, pertambangan konvensional masih memimpin dengan sumbangan pendapatan luar segmen senilai US$580,39 juta, disusul jasa pengolahan pertambangan sebesar US$397,30 juta.

Di luar komoditas batu bara, Grup Alamtri serius mengembangkan sektor mineral lewat PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR)—termasuk komoditas batu bara metalurgi—serta menggarap bisnis aluminium melalui PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI). 

Smelter aluminium KAI telah memulai tahap pengetesan (commissioning) sejak Desember 2025 dan sukses melakukan pengiriman komersial perdana ke Amerika Serikat serta Korea Selatan pada Juni 2026 berdasarkan riset KB Valbury Sekuritas.

KAI memasang target kapasitas produksi smelter mencapai 500.000 ton per tahun hingga akhir 2026. Kontribusi lini aluminium terhadap total pendapatan konsolidasi ADMR diprediksi melesat dari 43,9% pada 2026 menjadi 50,7% pada 2030. 

Research Analyst KB Valbury Sekuritas, Adolf Setiadi, memperkirakan sumbangan smelter aluminium terhadap topline ADMR berpotensi mencapai US$900 juta pada 2026. Dalam jangka panjang, bisnis aluminium diproyeksikan menjadi salah satu motor utama pemasukan ADMR hingga 2030.

Selain itu, lini bisnis batu bara metalurgi ADMR turut menunjukkan pertumbuhan positif pada semester I/2026 dengan kenaikan pendapatan usaha sebesar 31,52% menjadi US$583,88 juta. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga ikut meningkat 23,97% menjadi US$174,18 juta. 

Corporate Communication Department Head ADRO, Karina Novianti, menilai prospek jangka panjang batu bara metalurgi masih akan ditopang oleh tingginya permintaan dari China dan India, sementara Australia tetap mendominasi posisi sebagai pemasok utama di pasar global.

Ia memaparkan bahwa khusus untuk wilayah India, permintaan diproyeksikan terus menanjak seiring ambisi peningkatan kapasitas industri baja domestik mereka. 

“Sepanjang 2026 ini, dalam menghadapi dinamika dan tantangan pasar, perseroan tetap mengedepankan disiplin biaya untuk menjaga kinerja,” ujarnya, Senin (31/8/2026).

Kendati demikian, proses transformasi bisnis Grup Alamtri ini tetap berjalan berdampingan dengan dominasi pendapatan dari sektor batu bara. Faktor pergerakan harga dan tingkat permintaan batu bara global masih memegang pengaruh besar terhadap performa ADRO beserta anak-anak usahanya. 

KB Valbury Sekuritas memandang komoditas batu bara masih mempunyai ruang penopang berkat potensi ketidakpastian suplai energi global.

Adolf Setiadi menyebutkan bahwa ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah serta fenomena gelombang panas El Nino yang memicu lonjakan kebutuhan listrik dapat memberikan sentimen positif bagi harga batu bara. 

Faktor geopolitik global juga dikhawatirkan memaksa sejumlah negara Eropa untuk kembali mengaktifkan pembangkit listrik berbasis batu bara guna mencukupi kebutuhan energi saat musim dingin tiba. 

“Untuk grup Adaro sendiri kami perkirakan kinerjanya ke depan masih akan cukup baik. Prospek batu bara kami rasa cukup bagus saat ini,” kata Adolf.

Menanggapi berbagai perkembangan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyematkan rekomendasi beli (BUY) untuk saham ADRO dengan target harga senilai Rp2.500 per lembar. 

Perjalanan kinerja ADRO ke depan disebut akan sangat bergantung pada stabilitas bisnis batu bara serta efektivitas ekspansi lini bisnis baru Grup Alamtri di sektor mineral dan aluminium.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index