DINAMIKAUANG.COM — Jakarta — Holding investasi negara, Danantara, tengah meracik konsolidasi besar di industri pengelolaan investasi. Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Donny Oskaria, mengungkapkan bahwa proses merger lima perusahaan asset management (AM) BUMN telah memasuki tahap akhir dan akan diresmikan dalam dua bulan ke depan.
"Lima perusahaan asset management kita, kita mergerkan, yang bulan September akan kita launching menjadi perusahaan asset management terbesar di Indonesia," ujar Donny dalam acara Danantara BUMN Progress Update, Rabu (26/8/2026).
Skala Baru Pengelolaan Aset Nasional
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Danantara untuk menciptakan pemain domestik yang mampu bersaing di kancah global. Dengan menggabungkan lima entitas, perusahaan anyar ini diproyeksikan memiliki ukuran aset kelolaan (Assets Under Management/AUM) yang jauh lebih besar dan kompetitif dibandingkan kondisi saat ini yang terpecah-pecah.
Donny menekankan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar penggabungan administrasi, melainkan upaya membangun fondasi industri yang lebih kuat. Ia mencontohkan Dana Reksa, salah satu perusahaan yang akan dilebur, memiliki sejarah panjang dan reputasi merek yang solid di pasar modal Indonesia.
"Dana Reksa itu perusahaan yang sangat kuat dalam branding-nya dan menghasilkan orang-orang hebat. Namun dalam beberapa tahun terakhir tidak berjalan sesuai fungsinya," kata Donny. Ia menambahkan bahwa proses penyelesaian 50 anak usaha Dana Reksa telah rampung, sehingga perusahaan tersebut kini kembali ke identitas aslinya sebagai Dana Reksa Investment sebelum akhirnya bergabung dalam entitas baru.
Bank BUMN Bakal Jadi Mesin Distribusi Produk
Kekuatan utama perusahaan hasil merger ini tidak hanya berasal dari ukuran aset, tetapi juga infrastruktur distribusi. Donny memastikan bahwa entitas baru tersebut akan terhubung langsung dengan seluruh ekosistem perbankan BUMN, yang akan berperan sebagai distribution channel utama produk-produk reksa dana dan pengelolaan portofolio.
"Kemudian nanti asset management ini akan engage dengan seluruh perbankan kita. Ini akan menjadi distribution channel daripada perusahaan asset management," jelasnya.
Integrasi dengan jaringan bank BUMN dinilai menjadi kunci untuk memperluas basis investor ritel di Indonesia. Dengan jangkauan cabang yang luas hingga ke daerah, produk investasi dari perusahaan ini berpotensi menjangkau pasar yang selama ini belum tersentuh oleh manajer investasi swasta.
Struktur Manajemen dan Target Pasar
Donny mengaku terlibat langsung dalam proses seleksi manajemen perusahaan baru ini. Ia memastikan posisi direktur pengembangan produk (product development) akan diisi oleh profesional dengan rekam jejak terbaik, yang menjadi tulang punggung pertumbuhan perusahaan ke depan.
Keyakinan akan soliditas perusahaan ini juga ditopang oleh rekam jejak industri asset management BUMN yang telah melahirkan banyak sumber daya manusia unggul di pasar keuangan Tanah Air. Konsolidasi ini diharapkan mampu menghentikan fragmentasi pasar dan menciptakan skala ekonomi yang efisien.
Langkah ini sejalan dengan visi Danantara untuk mengelola aset negara secara lebih profesional dan agresif di pasar global, sekaligus memperkuat pasar keuangan domestik di tengah persaingan ketat dengan pemain asing. Investasi mengandung risiko.