DINAMIKAUANG.COM — Keperkasaan IHSG akhir pekan lalu tidak lepas dari dorongan investor asing yang mencatatkan net buy Rp975 miliar. Sektor basic materials, infrastruktur, dan keuangan menjadi motor penggerak utama indeks. Saham bank pelat merah seperti BBNI melesat 3,9 persen ke Rp3.730, BBRI naik 2,87 persen ke Rp3.230, serta BMRI menguat 1,69 persen ke Rp4.220.
Dari bursa Amerika Serikat, Wall Street ditutup menghijau pada Jumat waktu setempat. Dow Jones naik 0,98 persen ke 53.277, S&P 500 menguat 0,43 persen ke 7.674, dan Nasdaq bertambah 0,43 persen ke 26.180. Penguatan didorong saham sektor kesehatan seperti Merck dan Johnson & Johnson, serta lonjakan saham terkait kripto setelah bitcoin melesat 22 persen dalam sepekan.
Kendati demikian, yield obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun masih menanjak ke 4,734 persen. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran inflasi akibat harga minyak yang lebih tinggi.
Saham Bank Neo Commerce (BBYB): Peluang di Harga Rp248–252
PT Bank Neo Commerce Tbk menunjukkan tren menguat setelah harganya naik 0,79 persen ke Rp256 pada Jumat lalu. Dalam lima hari terakhir, saham ini mengumpulkan kenaikan 2,4 persen. Posisi harga di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) di Rp253 dan MA50 di Rp239 mengonfirmasi tren naik jangka pendek.
Tim Analis Bareksa menyarankan investor membeli di rentang Rp248–252, dengan prioritas entry di Rp248–249. Target harga dipatok di Rp270–276, sementara batas aman (stop loss) di Rp244. Dari level entry yang disarankan, rasio risk/reward mencapai 2,25:1, yang berarti potensi keuntungan lebih besar dibanding risikonya.
Pakuwon Jati (PWON) dan Indah Kiat (INKP) Masih Menarik
PT Pakuwon Jati Tbk, pengembang properti terkemuka, mencatatkan level tertinggi baru dalam 20 hari terakhir. Saham PWON naik 0,75 persen ke Rp270 dan menguat 6,3 persen dalam sepekan. Harga masih berada di atas MA20 Rp262 dan MA50 Rp259, menandakan tren positif belum selesai. Rekomendasi entry di kisaran Rp258–266 dengan target harga Rp284–292 dan stop loss di Rp248.
Sementara itu, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk menunjukkan performa paling impresif dengan reli 13,27 persen dalam 20 hari terakhir. Saham INKP ditutup di Rp8.750, naik 1,16 persen, dan berhasil menembus level tertinggi baru. Tim analis merekomendasikan area beli Rp8.400–8.650 dengan target harga Rp9.200–9.450. Stop loss dipasang di Rp8.300, memberikan rasio risk/reward sekitar 1,57:1.
Level Kunci IHSG yang Perlu Dicermati
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia, IHSG menunjukkan pola pemulihan bullish yang konstruktif setelah berhasil menembus zona resistance kunci di 6.463. Pola higher lows dari level 5.318 memperkuat sinyal positif ini. Indikator Stochastic yang bergerak naik di area mid-range dan Awesome Oscillator yang masih positif turut mengonfirmasi momentum membaik.
Level support terdekat berada di 6.463, disusul 6.029–6.007. Selama level tersebut bertahan, peluang IHSG melanjutkan penguatan menuju resistance yang lebih tinggi masih terbuka.
Di sisi makro, pertumbuhan uang beredar (M2) melambat ke 8,3 persen year on year pada Juli 2026, turun dari 8,6 persen pada Juni. Perlambatan ini menjadi sinyal yang perlu diwaspadai pelaku pasar terhadap likuiditas domestik.