Bluebird Prime Resmi Beroperasi di Semarang, 10 BYD E6 untuk Layanan Taksi Listrik

Bluebird Prime Resmi Beroperasi di Semarang, 10 BYD E6 untuk Layanan Taksi Listrik

DINAMIKAUANG.COM — Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Sigit Djokosoetono, menyebut Semarang punya potensi besar untuk pengembangan kendaraan listrik. Menurutnya, kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh menjadi alasan utama perusahaan memulai ekosistem ini dari ibu kota Jawa Tengah.

Alasan Bluebird Pilih BYD E6 untuk Taksi Listrik

Bluebird Prime menggunakan BYD E6 yang punya kabin lebih lega dibandingkan armada konvensional. Ruang kaki penumpang lebih luas dan kapasitas bagasi lebih besar, sehingga cocok untuk kebutuhan perjalanan bisnis, perkantoran, hingga bandara dan stasiun.

Layanan ini melengkapi taksi Bluebird konvensional yang sudah lebih dulu beroperasi di Semarang. Sigit menambahkan, pengembangan kendaraan listrik tidak hanya soal penambahan unit, tetapi juga kesiapan infrastruktur pengisian daya di kota-kota penyangga.

Tarif Bluebird Prime Listrik 12 Persen Lebih Mahal

Dari sisi tarif, Bluebird Prime dengan kendaraan listrik dibanderol sekitar 12 persen lebih tinggi dibandingkan armada Bluebird biasa. Selisih ini dipengaruhi tipe dan spesifikasi kendaraan yang digunakan, jelas Sigit dalam keterangannya.

Penumpang bisa memesan layanan ini melalui aplikasi MyBluebird dengan pilihan Fixed Price atau argometer. Layanan juga tersedia melalui call center, pangkalan resmi, maupun dengan menghentikan langsung armada di jalan.

Charging di Jawa Tengah Dinilai Sudah Siap

Salah satu pertimbangan Bluebird memulai operasi di Semarang adalah ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Sigit menilai perkembangan fasilitas charging di Jawa Tengah sudah cukup mendukung, termasuk di Solo dan Yogyakarta.

"Perkembangan charging listrik juga cukup banyak, terutama di Jawa Tengah dan Kota Semarang. Kami juga melihat di kota-kota lain seperti Solo dan Jogja sudah cukup banyak, sehingga kami tidak merasa kesulitan untuk charging," ujarnya.

Harga Beli Jadi Penentu Kecepatan Penambahan Armada

Meski efisiensi operasional kendaraan listrik lebih baik dari sisi konsumsi energi dan biaya suku cadang, Sigit mengakui harga pembelian unit masih relatif tinggi. Hal ini menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kecepatan penambahan armada.

"Kami perlu mempertimbangkan berapa harga belinya. Jadi, kami melihat perkembangan mobil listrik yang cukup pesat. Kalau tipe kendaraannya nanti bertambah dengan lebih baik dan sesuai kebutuhan, kami bisa tambahkan kendaraannya juga," jelasnya.

Gubernur Jateng Uji Langsung Taksi Listrik Bluebird

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sempat mencoba langsung armada listrik Bluebird saat peluncuran. Ia mengaku terkesan dengan pengalaman berkendara yang senyap dan hemat energi fosil, berbeda dengan kendaraan konvensional.

"Saya mencoba muter kantor Dishub Jateng, argonya tinggal pencet, tidak ada suaranya dan menghemat energi fosil. Ini menjadi terobosan agar ke depan tidak hanya kendaraan, tetapi gedung-gedung perkantoran kita juga menggunakan energi terbarukan," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut mendorong penggunaan energi terbarukan melalui pemasangan panel surya di gedung pemerintahan serta pengembangan energi surya terapung di sejumlah waduk. Kehadiran Bluebird Prime di Semarang diharapkan mempercepat terbentuknya ekosistem transportasi rendah emisi di wilayah tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index