Cara Memilih Yogurt yang Tepat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Senin, 24 Agustus 2026 | 02:05:48 WIB
Ilustrasi Yogurt [FOTO: NET].

JAKARTA - Yogurt kerap dijadikan opsi camilan atau santapan sarapan lantaran menyimpan kandungan protein serta deretan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Olahan fermentasi ini pun dapat diintegrasikan ke dalam pola konsumsi yang menyokong kesehatan jantung.

Opsi yogurt di pasaran amat beragam, mulai dari varian polos (plain), Greek yogurt, skyr, hingga yogurt dengan aneka cita rasa. Tingkat kandungan lemak di dalamnya pun bervariasi.

Menurut pakar diet terintegrasi Caitlin Beale, MS, RDN, yogurt rendah lemak bukanlah satu-satunya opsi untuk memelihara kesehatan jantung. Beale memaparkan, yogurt yang menyokong kesehatan jantung idealnya memiliki kadar gula tambahan yang minim, serta kaya akan protein dan probiotik. Artinya, para konsumen tak mesti melulu menitikberatkan perhatian pada kadar lemak sewaktu memilih yogurt.

Perhatikan kandungan gula tambahan Salah satu aspek penting yang wajib dicermati saat membeli yogurt yakni kadar gula tambahan. Yogurt tawar (plain) dapat menjadi alternatif ideal lantaran umumnya memiliki kandungan gula tambahan yang sangat rendah atau bahkan tanpa gula tambahan sama sekali.

Yogurt dengan variasi rasa buah atau varian manis lainnya mesti dipastikan lewat label nilai gizi. Produk dengan kadar gula tambahan yang tinggi sepantasnya tidak dijadikan pilihan utama apabila yogurt dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan penunjang kesehatan jantung.

“Asupan gula tambahan yang tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung,” kata Beale, dilansir dari Health.

Bila menghendaki cita rasa yang lebih manis, yogurt tawar dapat dikombinasikan dengan potongan buah segar. Tambahan buah juga dapat memperkaya asupan serat serta bermacam nutrisi lain ke dalam sajian.

Pilih yogurt yang kaya protein dan probiotik Greek yogurt dan skyr umumnya menyimpan kandungan protein lebih tinggi dibanding yogurt konvensional karena melewati prosedur penyaringan untuk mengeliminasi cairan. Protein berkhasiat membantu memberikan sensasi kenyang lebih lama.

Kecukupan asupan protein pun sanggup mendukung pengelolaan bobot tubuh serta penstabilan kadar gula darah, dua indikator yang berkaitan erat dengan kesehatan organ jantung.

Keberadaan probiotik juga patut diperhatikan. Yogurt merupakan produk fermentasi yang dapat memuat mikroorganisme atau bakteri hidup penunjang kesehatan pencernaan. Beberapa studi yang dikutip Beale memperlihatkan bahwa yogurt kaya probiotik berpotensi membantu mereduksi kadar kolesterol pada individu dengan riwayat kolesterol tinggi.

Yogurt tinggi lemak tetap bisa dipilih Yogurt untuk menopang kesehatan jantung tidak senantiasa harus berkadar lemak rendah. Yogurt rendah lemak memang mengandung lebih sedikit lemak jenuh, yang diketahui dapat memicu kenaikan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat.

Kendati demikian, keterkaitan antara konsumsi lemak dari olahan susu dan kesehatan organ jantung nyatanya lebih kompleks. Beale mengutip riset pada 2025 yang menemukan bahwa konsumsi produk olahan susu, termasuk yang berkadar lemak tinggi, tidak berkorelasi dengan kenaikan risiko penyakit kardiovaskular.

“Secara umum, yogurt rendah lemak dan tinggi lemak dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat untuk jantung dalam jumlah sedang,” kata Beale.

Yogurt berkadar lemak tinggi tetap mesti dikonsumsi dalam takaran yang wajar lantaran kandungan kalorinya yang relatif lebih tinggi. Keputusan memilih antara yogurt rendah lemak atau tinggi lemak dapat diselaraskan dengan kebutuhan serta pola makan harian secara keseluruhan.

Cek label sebelum membeli Informasi nilai gizi pada kemasan dapat membantu konsumen menentukan jenis yogurt yang paling pas untuk kesehatan jantung. Beale merekomendasikan produk dengan kadar gula tambahan yang sangat minim, yakni berpatokan pada kisaran 5 gram atau kurang per porsi sajian.

Kandungan protein pun wajib diteliti. Yogurt dengan kadar minimal 7 gram protein per sajian dapat dijadikan pilihan. Sementara produk dengan pasokan protein sekitar 10-15 gram per sajian sanggup menghadirkan rasa kenyang yang bertahan lebih lama.

Pada varian produk yang mengedepankan faedah probiotik, konsumen dapat mengamati klaim “live and active cultures” pada kemasannya. Keterangan tersebut mengonfirmasi keberadaan bakteri hidup di dalam olahan yogurt.

Yogurt juga sangat cocok disajikan bersama paduan buah, kacang-kacangan, maupun biji-bijian utuh demi melengkapi menu harian yang ramah bagi kesehatan jantung.

Terkini