JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengumumkan realisasi penanaman modal asing (foreign direct investment/FDI) yang mengalir guna mendukung pembangunan infrastruktur jalan bebas hambatan di Indonesia telah mencapai Rp36 triliun.
Menteri PU Dody Hanggodo menerangkan, masuknya modal dari luar negeri tersebut menjadi fondasi krusial dalam mempercepat pengembangan jaringan jalan bebas hambatan sekaligus memperkuat keterhubungan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pada era global saat ini, investasi untuk mewujudkan infrastruktur jalan tol tidak hanya berfokus dari dalam negeri, mungkin sekitar Rp35 triliun—Rp36 triliun itu berasal dari FDI," ujar Dody saat ditemui di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Dody menegaskan bahwa pemanfaatan dana penanaman modal global tersebut diarahkan demi membuka aksesibilitas menuju kawasan industri, pelabuhan, bandara, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga sentra pariwisata unggulan.
Penyatuan jaringan jalan tol dengan sentra pertumbuhan ekonomi itu diyakini sanggup memicu efek kejut (multiplier effect) untuk mendorong masuknya gelombang investasi baru yang jauh lebih besar.
Sementara secara keseluruhan, Kementerian PU mencatat realisasi penanaman modal jalan tol di Indonesia telah menembus Rp779 Triliun. Di mana, total panjang jalan bebas hambatan yang sudah beroperasi dilaporkan mencapai 3.128,3 kilometer (Km).
Perinciannya, terdiri atas 76 ruas jalan bebas hambatan yang tersebar di beberapa pulau besar di Indonesia. Pulau Jawa menjadi wilayah dengan keberadaan jalan tol paling panjang mencapai 1.842,78 km.
Disusul Pulau Sumatra seluas 1.116,74 km, Pulau Sulawesi sepanjang 61,46 km, Pulau Kalimantan sepanjang 97,27 km, serta Pulau Bali sepanjang 10,07 km.
Sementara itu, mengacu pada paparan yang disampaikan total Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang kini memegang konsesi atas jalan bebas hambatan yang beroperasi mencapai 54 badan usaha.
Secara nasional, perkembangan jaringan jalan tol di Indonesia mencatatkan peningkatan panjang kumulatif yang signifikan dari masa ke masa. Pada rentang 1978–2014, total panjang jalan bebas hambatan beroperasi tercatat sebesar 789,12 km.
Angka tersebut kemudian melonjak drastis pada rentang 2015–2019 hingga mencapai 2.087,14 km, dan berlanjut naik pada rentang 2020–2024 menjadi 3.019,74 km. Tren pertumbuhan itu terus diproyeksikan berkembang hingga mencapai 3.115,23 km pada tahun 2025 dan target 3.128,30 km pada tahun 2026.