JAKARTA - PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) optimistis menjaga pertumbuhan usaha sampai penghujung tahun 2026. Perusahaan bakal memperkuat portofolio bisnis, memperluas pasar, serta meningkatkan efisiensi operasional.
Direktur PT Anabatic Technologies Tbk, Adriansyah Adnan mengungkapkan, optimisme tersebut ditopang pencapaian semester I-2026. Pada paruh pertama tahun ini, pemasukan Anabatic tercatat melampaui target yang telah ditetapkan korporasi.
“Anabatic Technologies optimistis terhadap prospek kinerja hingga akhir tahun 2026,” kata Adriansyah, Rabu (12/8/2026).
Memasuki semester II-2026, entitas bisnis ini akan memfokuskan perhatian pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), mutu pelayanan, dan efisiensi operasional. Langkah itu merupakan bagian dari ikhtiar menjaga pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Dari aspek pengembangan usaha, Anabatic memperkuat lini bisnis lewat dua subholding utama, yakni KPSG Group serta CTI Group. KPSG Group kian memusatkan perhatian pada modernisasi layanan customer experience (CX), serta pemanfaatan solusi berbasis artificial intelligence (AI).
Sementara bagi CTI Group senantiasa menumbuhkan bisnis melalui penambahan portofolio produk. CTI Group pun mulai merintis solusi dalam ranah non-IT technology, termasuk renewable technology. Di samping itu, sektor perbankan dan finansial masih menjadi sasaran utama perseroan.
Anabatic juga melebarkan jangkauan pasar ke sektor manufaktur, serta fast-moving consumer goods (FMCG). KPSG Group turut memperluas penetrasi ke sektor perbankan, mencakup bank digital dan multifinance.
Selain ekspansi pasar, korporasi merancang sejumlah intellectual property (IP), antara lain ARSI, Kouventa, Nebula Cloud Console (NCC), serta Ofis. Penciptaan IP tersebut menjadi bagian dari siasat guna memperkuat portofolio produk dan layanan.
Dari sisi belanja modal, Anabatic menerapkan model bisnis yang relatif asset-light. Oleh karenanya, perusahaan tiada berencana melaksanakan investasi capex dalam skala masif guna pembangunan aset fisik.
Capex 2026 bakal lebih banyak dialokasikan untuk menunjang pengembangan usaha. Pemanfaatan modal mencakup penanaman modal atau akuisisi demi ekspansi, penciptaan produk dan IP, serta penguatan kapabilitas teknologi dan operasional.
“Perseroan tidak berencana melakukan investasi Capex dalam skala besar untuk pembangunan aset fisik, melainkan memprioritaskan penggunaan modal pada area yang dapat memberikan kontribusi langsung terhadap pengembangan bisnis dan peningkatan daya saing,” ujar Adriansyah.
Besaran capex yang direalisasikan bakal diselaraskan bersama kebutuhan serta peluang bisnis. Termasuk dinamika rencana ekspansi dan investasi strategis perseroan.
Berbekal strategi tersebut, Anabatic optimistis merawat momentum pertumbuhan hingga akhir 2026. Perusahaan juga berupaya mendongkrak kualitas pertumbuhan lewat penguatan portofolio produk dan layanan yang mempunyai nilai tambah serta margin lebih baik.