Masuk Unirama Group, DPUM Siapkan Capex Rp100 Miliar pada 2026

Masuk Unirama Group, DPUM Siapkan Capex Rp100 Miliar pada 2026
PT Dua Putra Utama Makmur Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. (DPUM) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai Rp100 miliar untuk tahun 2026 pasca-masuknya PT Rama Indonesia, bagian dari Unirama Group, sebagai pemegang saham pengendali baru perseroan.

Direktur PT Rama Indonesia Fransisda Marga Saputra mengutarakan bahwa gelontoran investasi tersebut merupakan bagian dari upaya mengakselerasi ekspansi bisnis DPUM sekaligus memperkokoh fundamental usaha perseroan.

“Kami akan mendorong transformasi DPUM secara prudent, terukur, dan berorientasi pada penciptaan nilai berkelanjutan bagi Perseroan serta seluruh pemegang saham,” ujar Fransisda dalam keterangan resmi, Minggu (13/9/2026).

Pihak DPUM menilai langkah pengembangan usaha dapat dieksekusi lewat penguatan tata kelola, pemaksimalan fungsi fasilitas, perbaikan pengelolaan modal kerja, hingga peningkatan utilisasi kapasitas operasional.

Dari aspek performa bisnis, DPUM mematok target pertumbuhan EBITDA rata-rata 7,75% per tahun sepanjang kurun waktu 2027 hingga 2030. Peta jalan ini menjadi bagian terintegrasi dari strategi pertumbuhan perseroan seusai kehadiran pengendali baru.

PT Rama Indonesia secara resmi telah menuntaskan aksi pengambilalihan sejumlah 2,47 miliar saham DPUM, yang setara dengan porsi 59,24% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

PT Rama Indonesia sendiri merupakan entitas anak dari Unirama Group, grup usaha yang bergerak di bidang penyediaan solusi rantai pasok serta jaringan distribusi produk barang konsumsi (fast-moving consumer goods/FMCG).

Bergabungnya Unirama Group membuka peluang kolaborasi bagi DPUM, khususnya terkait penguatan rantai pasok, perluasan cakupan jaringan distribusi, efisiensi operasional, hingga penetrasi pasar yang lebih luas.

Di samping itu, Unirama Group juga menegaskan komitmen penuh untuk menyokong DPUM menyusul musibah kebakaran yang menimpa fasilitas operasional perseroan di Pati pada 6 Juni 2026.

Fransisda menjabarkan bahwa dukungan tersebut difokuskan pada percepatan pemulihan unit fasilitas yang terdampak, optimalisasi sarana operasional lainnya, penguatan rantai pasok, serta menjaga kesinambungan pelayanan dan pemenuhan permintaan pelanggan.

Sejalan dengan proses penyelesaian klaim yang sedang berjalan bersama pihak asuransi, jajaran manajemen optimistis pencairan klaim tersebut dapat direalisasikan 100% dari total nilai yang telah diajukan serta disepakati bersama.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index