MIKA Pertahankan Komitmen Dividen di Atas 25% dari Laba Bersih

MIKA Pertahankan Komitmen Dividen di Atas 25% dari Laba Bersih
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) memastikan alokasi dividen akan dipertahankan di melampaui batas minimum 25% dari perolehan laba bersih, sekaligus meneruskan rekam jejak perseroan yang sempat menyalurkan hingga 70%.

Direktur Mitra Keluarga, Joyce Vidyayanti Handajani, menerangkan bahwa walaupun kebijakan internal mematok rasio pembayaran atau payout ratio dividen sekurang-kurangnya 25%, realisasi pencairan kepada para pemegang saham senantiasa berada jauh di atas persentase tersebut. 

Berkenaan dengan tahun buku terakhir, misalnya, operator jaringan rumah sakit tersebut mengeksekusi pembagian dividen dengan rasio mencapai kisaran 43% sampai 44% dari keseluruhan porsi laba bersih.

“Kami selalu membagikan dividen di atas angka tersebut [25%]. Pada tahun ini kami membagikan kurang lebih 43%–44% dari keuntungan tahun lalu, dan angka tertinggi dari pembagian dividen kami pernah mencapai 70%,” ujar Joyce dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Kepastian dividen tersebut didukung sepenuhnya oleh performa keuangan yang kokoh sepanjang semester I/2026. Tercatat, MIKA mengantongi kenaikan laba bersih sebesar 6,5% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp728 miliar, yang terdorong oleh lonjakan pendapatan sebesar 8,0% YoY ke angka Rp2,77 triliun.

Penguatan pendapatan MIKA ini disumbang oleh peningkatan proporsi pasien swasta yang kini memegang kontribusi sebesar 90% terhadap total pendapatan, di mana porsi pasien yang berasal dari jalur asuransi serta korporasi ikut terkerek naik menjadi 62%.

Selain itu, tingkat intensitas pemasukan per pasien pun mengalami eskalasi. Rata-rata pendapatan harian rawat inap atau Average Revenue Per Inpatient Day (ARPID) terdongkrak 12,2% YoY menjadi Rp4,67 juta. 

Di samping itu, rerata pendapatan per pasien rawat jalan atau Average Revenue Per Outpatient Visit (ARPOP) terpantau tumbuh 12,6% YoY menjadi Rp664.000 seiring bertambahnya proporsi penanganan kasus medis berkategori kompleksitas tinggi.

Demi menjaga stabilitas laju bisnis, MIKA pun mempunyai struktur neraca keuangan yang bersih dari utang (zero debt) dengan kepemilikan posisi kas bersih mencapai Rp3 triliun per Juni 2026. 

Cadangan kas internal ini dialokasikan khusus guna memperbarui perangkat teknologi medis canggih seperti MRI, mesin CT scan, fasilitas radioterapi, sampai penerapan teknologi robotik untuk tindakan penggantian sendi atau joint replacement.

Tidak hanya itu, perseroan turut merealisasikan langkah ekspansi melalui penyiapan sekitar 400 unit tempat tidur baru yang bakal diwujudkan lewat pembukaan dua rumah sakit anyar di kawasan Jabodetabek pada kuartal IV/2026—yakni berlokasi di Serpong Damai dan Halang—serta satu rumah sakit anyar lainnya di wilayah Jawa Timur pada kuartal I/2027.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index