Tantangan AI dan Otomasi untuk Pekerja: Menaker Andalkan Jalan Pemagangan Kurangi Job Mismatch

Tantangan AI dan Otomasi untuk Pekerja: Menaker Andalkan Jalan Pemagangan Kurangi Job Mismatch
ini memperlebar ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja. Pemerintah pun mengandalkan program pemagangan dan pelatihan vokasi untuk menjembatani kesenjangan tersebut. ISI:

DINAMIKAUANG.COM — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan pandangannya mengenai tantangan ketenagakerjaan di tengah derasnya arus perkembangan teknologi. Ia menegaskan, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan otomasi telah mengubah kebutuhan keterampilan industri secara signifikan dan cepat.

Persoalan Lama yang Menguat

Menurut Yassierli, kondisi ini memicu kekhawatiran meluasnya job mismatch, yaitu ketidaksesuaian antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri. Ia menilai persoalan ini bukan hal baru.

“Kalau mismatch itu memang tantangan yang sudah lama. Jadi tidak hanya di Indonesia, hampir di semua negara. Apalagi ketika di industri sendiri selalu terjadi perubahan terkait dengan proses mereka. Kemudian adanya disrupsi akibat AI, otomasi, dan seterusnya,” ucap Yassierli kepada wartawan di kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (2/9).

Strategi Menjembatani Kesenjangan

Yassierli menekankan, kecepatan perubahan industri harus diimbangi dengan penyesuaian adaptif dari institusi pendidikan dan pemerintah. Pemerintah dinilai perlu menghadirkan program yang secara langsung mempertemukan kompetensi calon pekerja dengan kebutuhan industri yang aktual.

Langkah konkret yang diandalkan adalah program pemagangan dan pelatihan vokasi. Program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri.

“Makanya program pemerintah pemagangan [nasional] menjadi salah satu instrumen kunci,” tegasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index