JAKARTA — Gelandang Timnas Argentina, Leandro Paredes merasa keberatan atas hukuman yang dijatuhkan FIFA kepadanya akibat keributan dalam laga puncak Piala Dunia 2026.
Perkelahian tersebut pecah pada duel Argentina kontra Spanyol yang ditutup dengan kemenangan La Roja, sekaligus memastikan mereka merengkuh trofi juara dunia kedua.
Leandro Paredes dinilai melakukan tindakan agresif terhadap penggawa Timnas Spanyol, Gavi, sesudah laga bubar.
Paredes menjadi salah satu figur yang memperoleh ganjaran paling berat dari insiden kerusuhan ini, berupa larangan berlaga dalam 10 partai internasional serta denda sebesar 90 ribu dolar AS atau setara dengan Rp 1,58 miliar.
Di sisi lain, Gavi turut dijatuhi hukuman oleh FIFA meski tergolong ringan jika dikomparasikan dengan Paredes. Pemuda asal klub Barcelona itu diskors satu pertandingan serta dikenai denda 30 ribu dolar AS karena dinilai menampilkan gestur kurang sportif.
Menanggapi hukuman tersebut, Leandro Paredes menyatakan ketidakpuasannya. Berita dari Goal turut mengabarkan bahwa asosiasi sepak bola Argentina (AFA) telah melayangkan upaya banding demi memangkas kuantitas laga hukuman tersebut.
Pemain Boca Juniors itu mengaku kaget sewaktu mengetahui sanksi yang didapat Gavi. Ia menilai sang lawan sudah lebih dulu melancarkan provokasi berupa hantaman fisik.
"Dialah yang memukul dada kami, tapi tidak apa-apa, itulah yang terjadi," ucap Paredes.
Paredes bersama Molina masih belum bisa memperkuat skuad nasional hingga penghujung tahun 2026. Walau demikian, regulasi mutakhir itu membuka celah bagi jajaran pelatih untuk kembali memanfaatkan tenaga mereka pada duel kompetitif dalam rentang waktu yang lebih ringkas.
Kendati demikian, Paredes tetap harus absen dalam durasi cukup panjang. Berdasarkan pemutakhiran situasi terkini, gelandang tersebut diprediksi baru sanggup membela Argentina kembali usai jeda internasional September dan Oktober 2027. Dengan begitu, Paredes berpotensi absen memperkuat Albiceleste melampaui kurun waktu satu tahun.
Sementara itu, daftar lengkap sanksi FIFA terhadap pemain serta staf Argentina mencakup sejumlah poin penting. Terkait pengibaran bendera Kepulauan Falkland (pemanfaatan ajang olahraga untuk aksi unjuk rasa non-olahraga), AFA dikenai denda 10.000 dolar AS, ditambah denda 20.000 dolar AS akibat ulah buruk para penonton.
Berikutnya, atas yel-yel serta cacian berbau rasial, homofobik, serta diskriminatif dari suporter Argentina saat bersua Cape Verde, Mesir, Swiss, Inggris, dan Spanyol (pelanggaran Pasal 15 Kode Disiplin FIFA), FIFA menetapkan sejumlah hukuman.
AFA didenda 100.000 dolar AS dengan sanksi serupa yang ditangguhkan selama enam bulan. Sebanyak 50 persen tribun stadion (khususnya zona di belakang gawang) wajib dikosongkan pada partai kandang resmi berikutnya bagi timnas senior putra Argentina.
Hukuman penutupan tribun serupa ditangguhkan selama setahun dengan syarat nihil pelanggaran berjenis dan kadar serupa.
Selama enam setengah bulan ke depan, AFA diwajibkan mengalirkan dana denda tersebut untuk menggodok serta mengaplikasikan program komprehensif bentukan FIFA demi memberantas diskriminasi dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
Sebagai opsi pengganti penutupan separuh kursi, AFA berhak atas izin FIFA memakai 50 persen dari zona yang semestinya ditutup (mewakili 25 persen kapasitas stadion) bagi komunitas atau kelompok berkepentingan khusus seperti keluarga, pelajar, serta lembaga anti diskriminasi.
Agenda penempatan itu wajib memuat aksi preventif semisal pemakaian kaus atau bentangan spanduk penolakan diskriminasi oleh penonton.
Selanjutnya, akibat ulah pendukung Argentina yang melemparkan barang ke arena pertandingan ketika menghadapi Swiss dan Inggris, keterlambatan sepak mula, serta pengabaian aturan pengamanan FIFA, AFA diganjar denda 91.000 dolar AS.
Terakhir, buntut insiden pascalaga pamungkas turnamen, beberapa personel skuad Argentina turut disanksi. Asisten pelatih Roberto Fabian Ayala diskors tiga pertandingan dan denda 30.000 dolar AS. Thiago Almada diskors satu laga serta denda 30.000 dolar AS.
Nahuel Molina diskors tujuh partai dan denda 90.000 dolar AS. Terakhir, Leandro Paredes diskors 10 pertandingan serta denda 90.000 dolar AS. Hukuman bagi jajaran staf kepelatihan dan para pemain tersebut wajib dituntaskan pada partai resmi berikutnya yang dilakoni timnas senior putra Argentina.