DINAMIKAUANG.COM — Pemerintah Indonesia melalui TNI Angkatan Laut akan segera menerima kapal induk pertama yang pernah dimiliki. Kapal tersebut, ITS Giuseppe Garibaldi, telah bertolak dari Italia pada 24 Agustus 2026 dan menempuh rute melalui Terusan Suez serta Laut Merah dengan pengawalan sejumlah fregat Italia.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menyebut perjalanan kapal memakan waktu lebih dari 20 hari. Setelah tiba, kapal akan menjalani prosesi pergantian bendera dan diresmikan menjadi KRI Gajah Mada pada 25 September 2026.
Kapasitas dan Kemampuan Kapal Induk
Giuseppe Garibaldi dibangun di galangan Cantieri Navali, Monfalcone, Italia, mulai 20 Februari 1978 dan diluncurkan pada 4 Juni 1983. Kapal memiliki panjang 180,2 meter dengan lebar dek penerbangan 30,4 meter dan bobot perpindahan sekitar 13.850 ton.
Sistem penggeraknya menggunakan empat turbin gas FIAT/GE LM-2500 dengan total daya 60.400 kilowatt. Kapal mampu melaju hingga kecepatan maksimum 30 knot dengan jangkauan 7.000 mil laut.
Dari sisi kekuatan udara, kapal dirancang mengoperasikan helikopter EH101, SH90A, AB212, serta pesawat tempur STOVL AV-8B Plus Harrier II. Data resmi Angkatan Laut Italia mencatat kapasitas air wing mencapai 18-20 pesawat tergantung konfigurasi misi.
Sistem Pertahanan dan Awak
Kapal ini tidak hanya mengandalkan pesawat. Giuseppe Garibaldi dilengkapi satu peluncur delapan sel rudal antipesawat Aspide dan tiga sistem senjata DARDO dengan meriam Breda 40/70.
Untuk operasional, kapal berkapasitas sekitar 825 personel. Kemampuan komando dan pengendaliannya memungkinkan kapal memimpin operasi laut yang melibatkan kekuatan udara angkatan laut.
Persiapan Pangkalan dan Rencana Operasional
TNI AL menyiapkan pangkalan kapal induk di Lampung sebagai home base KRI Gajah Mada. Infrastruktur pangkalan ditargetkan rampung dan berfungsi penuh pada akhir September 2026.
Setelah resmi menjadi bagian armada, KRI Gajah Mada direncanakan tampil dalam parade sailing pass pada peringatan HUT ke-81 TNI Oktober 2026. Kapal juga disiapkan sebagai sarana bagi tamu sangat penting (VVIP) dalam sejumlah kegiatan kenegaraan.
Proses penamaan KRI Gajah Mada masih berlangsung secara berjenjang di lingkungan TNI AL. Kapal tersebut merupakan hibah antarpemerintah Italia-Indonesia dan akan menggunakan bendera Merah Putih setelah serah terima resmi.