JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak dinamis dengan potensi pelemahan pada perdagangan hari ini, Kamis (27/8/2026). Mengacu pada data Doo Financial Futures saat penutupan perdagangan Rabu (26/8/2026), rupiah tercatat melemah tipis 0,01% atau 2 poin ke posisi Rp17.725 per dolar AS.
Berdasarkan laporan Trading Economics, tekanan terhadap rupiah bersumber dari meningkatnya kehati-hatian pasar menyusul rencana demonstrasi skala besar di Jakarta pada Kamis (27/8).
"Para pelaku pasar juga bersikap hati-hati menjelang rilis data inflasi bulan Agustus pekan depan, mengingat risiko terkait fenomena El Niño memicu kekhawatiran akan kenaikan harga pangan," tulis laporan tersebut, Rabu (26/8/2026).
Selain faktor tersebut, pasar turut menantikan rilis data perdagangan periode Juli 2026 di tengah bayang-bayang tekanan eksternal serta volatilitas pasar energi global.
"Meski demikian, pelemahan mata uang ini sedikit tertahan oleh harapan akan keberlanjutan kebijakan di bawah Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengingat Bank Indonesia diperkirakan akan memprioritaskan stabilitas nilai tukar," tulisnya.
Sementara itu, Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa para pelaku pasar keuangan terus memantau dinamika konflik di kawasan Timur Tengah. Perkembangan terbaru menyebutkan bahwa media Rusia melaporkan AS dan Iran hampir menyepakati gencatan senjata.
Ibrahim menambahkan, saat ini para investor tengah mencermati data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang dijadwalkan rilis pada hari Rabu, serta pidato perdana Warsh selaku Ketua The Fed dalam simposium Jackson Hole pada hari Jumat.
"Laporan PCE akan memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi ekonomi AS dan tekanan inflasi. Presiden The Fed wilayah Boston, Susan Collins, menyatakan dukungannya untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk saat ini, dengan catatan inflasi terus menunjukkan kemajuan menuju target 2% yang ditetapkan bank sentral," tandas Ibrahim.
Menimbang berbagai sentimen yang berkembang, Ibrahim memproyeksikan pergerakan rupiah pada perdagangan Kamis (27/8/2026) akan bervariasi cenderung melemah pada kisaran Rp17.720 hingga Rp17.760 per dolar AS.