JAKARTA - Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Perjuangan resmi bertransformasi menjadi Asosiasi Usaha Kecil, Mikro dan PKL Indonesia (APKLI) Merah Putih lewat perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) VI yang bertempat di Wisma Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, tanggal 25 sampai 27 Agustus 2026.
Di samping pergantian nama, Munas tersebut turut menghasilkan keputusan strategis berupa pernyataan sikap dalam mendukung lima program prioritas nasional yang dicanangkan pemerintah, meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Sekolah Rakyat, serta program 3 Juta Rumah Rakyat.
Ali Mahsun Atmo yang terpilih secara aklamasi untuk memegang tampuk kepemimpinan sebagai Ketua Umum APKLI Merah Putih masa bakti 2026-2031 di Jakarta pada hari Kamis, menegaskan bahwa kehadiran identitas baru ini membawa misi besar untuk mengoptimalkan pemberdayaan UMKM beserta para pedagang kaki lima sebagai fondasi penggerak ekonomi kerakyatan.
"APKLI Merah Putih siap menjunjung tinggi panji-panji Merah Putih untuk pembangunan ekonomi kerakyatan," ucap Ali ketika memberikan sambutan dalam sesi penutupan Munas.
Selain itu, Ali juga mengimbau segenap kader organisasi yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara agar memberikan dukungan penuh terhadap kelima program unggulan dari Presiden Prabowo Subianto tersebut.
"Lima program tersebut perlu didukung karena sudah lama sekali dirindukan oleh rakyat. Kami akan berada di garis depan dalam mengawal, mendukung, dan menyukseskan lima program unggulan Presiden Prabowo," ujar Ali.
Menurut pandangannya, kelima agenda besar itu merepresentasikan wujud nyata dari revolusi di bidang sandang, pangan, serta papan yang ditujukan bagi seluruh warga negara Indonesia.
Program MBG diproyeksikan untuk menjalankan fungsi ganda, yakni sebagai instrumen pemenuhan nutrisi generasi muda sekaligus pilar penyokong ekonomi masyarakat, yang diestimasi mampu menyumbangkan tambahan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 0,5 persen.
Sementara itu, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dirumuskan secara khusus guna memutus mata rantai kemiskinan, jeratan utang rentenir, serta praktik ijon yang merugikan.
"Kehadiran koperasi ini memastikan perputaran ekonomi dinikmati oleh masyarakat lokal tanpa tersedot ke pemilik modal di kota besar atau luar negeri," tutur Ali.
Di sisi lain, inisiatif Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dinilai sebagai langkah taktis guna mendongkrak harkat, martabat, kualitas hidup, serta kesejahteraan bagi sekitar 2,2 juta nelayan di berbagai penjuru Tanah Air.
Adapun Sekolah Rakyat diposisikan sebagai program perluasan akses pendidikan agar dapat dinikmati secara merata dan berkualitas oleh seluruh anak bangsa.
Disusul dengan program 3 Juta Rumah Rakyat yang berfokus pada penyediaan hunian layak huni guna memperkokoh ketahanan keluarga serta taraf hidup masyarakat dari golongan berpenghasilan rendah.
“Namun, jika dana MBG maupun program lainnya dikorupsi, maka APKLI Merah Putih akan menjadi garda terdepan untuk mendorong para koruptor diproses secara hukum," tegas Ali.
Memasuki kepengurusan periode 2026-2031 ini, jajaran APKLI Merah Putih menaruh komitmen yang kuat untuk menyatukan jutaan pelaku UMKM serta pedagang kaki lima di Indonesia agar bertransformasi menjadi tonggak utama pertumbuhan ekonomi nasional yang berkeadilan.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat APKLI Edi Slamet Irianto menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat atas terpilihnya Ali Mahsun Atmo untuk memimpin organisasi tersebut.
"Selamat atas terpilihnya Pak Ali melalui musyawarah dan mufakat. Selamat bekerja dan selamat memperjuangkan hak-hak UMKM dan PKL sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan,” ucap Edi.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Ali Mahsun Atmo secara resmi melantik serta mengukuhkan Edi Slamet Irianto sebagai Ketua Dewan Pembina APKLI Merah Putih.