Gangguan Siber Boston Scientific Hentikan Pengiriman Alat Medis ke Seluruh Dunia

Gangguan Siber Boston Scientific Hentikan Pengiriman Alat Medis ke Seluruh Dunia

DINAMIKAUANG.COM — Serangan siber yang menimpa Boston Scientific sejak Selasa lalu (11/2) telah memicu gangguan global pada sistem teknologi informasi dan aplikasi bisnis penting perusahaan. Dampaknya, proses pengiriman dan pemrosesan pesanan alat-alat medis seperti pacemaker dan defibrilator terhambat.

Dalam dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada Rabu (12/2), perusahaan yang bermarkas di Massachusetts ini menyebut insiden tersebut menyebabkan "gangguan dan pembatasan akses" pada sistem internal mereka.

Apa yang Diketahui Sejauh Ini?

Hingga berita ini ditulis, Boston Scientific belum merilis pernyataan resmi mengenai akar penyebab serangan. Juru bicara perusahaan, Chanel Hastings, hanya membagikan pernyataan publik yang sama tanpa menjawab pertanyaan spesifik terkait dampak ke pasien atau langkah yang harus diambil pengguna perangkat medis mereka.

Perusahaan juga belum bisa memastikan kapan sistem mereka akan pulih sepenuhnya. "Investigasi masih berlangsung dan timeline pemulihan sistem belum dapat dipastikan," demikian bunyi pernyataan resmi perusahaan.

Karyawan di Irlandia Dipulangkan

Menurut laporan media lokal Irlandia, ribuan staf di kampus Boston Scientific di Cork dipulangkan pada Selasa setelah koneksi jaringan komunikasi perusahaan terputus di seluruh lokasi. Langkah ini diambil sebagai antisipasi agar gangguan tidak meluas ke operasional lain.

Belum ada konfirmasi apakah data pelanggan atau pasien berhasil diambil oleh peretas. Boston Scientific juga tidak menyebutkan apakah perangkat implan yang sudah tertanam di tubuh pasien akan terpengaruh oleh serangan ini.

Serangan Siber di Sektor Kesehatan Meningkat

Insiden ini menambah daftar panjang serangan siber yang menyasar perusahaan teknologi kesehatan tahun ini. Sebelumnya, Abbott Laboratories dan Medtronic juga menjadi korban. Pada awal tahun, kelompok peretas yang diduga didukung Iran disebut-sebut bertanggung jawab atas serangan ke Stryker, yang berujung pada penghapusan puluhan ribu perangkat karyawan secara jarak jauh.

Serangan ke Stryker diketahui memanfaatkan celah pada portal manajemen perangkat terpusat milik Microsoft yang disalahgunakan untuk menghapus data secara masif. Catatan publik menunjukkan Boston Scientific juga mengandalkan infrastruktur Microsoft dan Amazon Web Services untuk operasional korporat mereka.

Yang Perlu Diketahui Pasien

Bagi pengguna perangkat Boston Scientific, belum ada instruksi resmi yang dikeluarkan perusahaan terkait langkah antisipasi. Biasanya, gangguan pada sistem internal tidak serta-merta memengaruhi fungsi perangkat implan yang sudah terpasang, tetapi pasien tetap disarankan memantau komunikasi resmi dari rumah sakit atau klinik tempat mereka menjalani perawatan.

Kabar ini tentu menjadi perhatian bagi pasar Indonesia, mengingat banyak rumah sakit di Tanah Air yang menggunakan perangkat medis impor, termasuk dari Boston Scientific. Belum ada pernyataan dari Kementerian Kesehatan atau distributor lokal mengenai dampak serangan ini terhadap pasien di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index