Harga Komponen Memori Mulai Turun, Akankah HP dan Laptop Jadi Murah?

Harga Komponen Memori Mulai Turun, Akankah HP dan Laptop Jadi Murah?
Peningkatan biaya komponen chip memori dunia mulai memberikan tanda-tanda mereda sesudah melonjak tajam dalam beberapa periode terakhir. (Foto: NET)

JAKARTA — Peningkatan biaya komponen chip memori dunia mulai memberikan tanda-tanda mereda sesudah melonjak tajam dalam beberapa periode terakhir. 

Walau demikian, para pembeli disarankan untuk tidak segera berasumsi bahwa tarif perangkat teknologi seperti komputer jinjing maupun ponsel pintar akan langsung menyusut dalam kurun waktu singkat.

Sebelumnya, tarif memori seperti Dynamic Random-Access Memory (DRAM) serta NAND flash melesat drastis karena besarnya permintaan dari sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk pusat data serta server. 

Pergerakan tersebut bahkan sempat mendorong keuntungan sejumlah pembuat semikonduktor internasional meraih rekor tertinggi.

Hasil studi Morgan Stanley, Bernstein, dan UBS memperlihatkan laju peningkatan tarif memori mulai tertahan. Pada kuartal ketiga, tarif DRAM diprediksi cuma naik 17%, melambat drastis bila dibandingkan lonjakan sebesar 65% pada periode sebelumnya. 

Indikasi pendinginan ini pun terpantau dari dinamika bursa saham. Saham produsen memori utama seperti Micron, SK Hynix, dan SanDisk terkoreksi dari titik puncaknya seiring keraguan penanam modal terhadap kelangsungan tren lonjakan tarif tersebut.

Meski begitu, perlambatan tarif tidak berlangsung merata pada seluruh segmen pasar. Walaupun pembuat barang elektronik konsumen mulai membatasi peningkatan tarif komponen, kebutuhan dari bidang pusat data AI tetap berada pada posisi tinggi. 

Dinukil dari SCMP, Selasa (11/8/2026) Analis Morgan Stanley menilai dua dinamika pasar yang berlawanan tersebut berpotensi berlangsung secara berbarengan.

"Siklus AI yang kuat dan perlambatan siklikal dapat terjadi secara bersamaan," tulis tim analis Morgan Stanley dalam laporan terbarunya.

Artinya, meski siklus pasar memori secara garis besar masuk ke fase pendinginan, kebutuhan khusus dari ekosistem AI tetap kuat. Situasi ini membuat tarif komponen memori kategori AI bertahan mahal. 

Di sisi lain, JPMorgan memperkirakan kekurangan stok chip memori masih membayangi sampai dua tahun ke depan. 

Konstruksi pabrik semikonduktor baru memerlukan durasi bertahun-tahun, sementara kapasitas produksi yang tersedia sekarang lebih banyak difokuskan untuk memori berkecepatan tinggi (High Bandwidth Memory) khusus perangkat AI, daripada untuk produk elektronik konsumen sehari-hari.

Situasi tersebut mengakibatkan dampak pendinginan tarif chip di level produsen belum akan seketika terasa pada banderol laptop, HP, maupun PC di tingkat penjual dalam waktu dekat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index