JAKARTA - Upaya Indonesia dalam memperkuat fondasi energi bersih kembali mendapat momentum melalui ajang internasional bergengsi. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mempercepat pemanfaatan energi panas bumi sebagai sumber energi berkelanjutan.
Perhatian dunia terhadap energi terbarukan semakin meningkat, termasuk pada sektor panas bumi yang dinilai stabil dan ramah lingkungan. Indonesia pun mengambil peran penting dengan menjadi tuan rumah forum internasional yang mempertemukan para ahli dan pelaku industri.
Agenda Besar IIGCE 2026 di Jakarta
Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2026 atau IIGCE 2026 dijadwalkan kembali digelar di Jakarta. Acara ini akan berlangsung pada 19 Agustus 2026 hingga 21 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center.
Penyelenggaraan forum ini dilakukan oleh Indonesian Geothermal Association atau Asosiasi Panasbumi Indonesia. Kegiatan ini menjadi salah satu forum panas bumi terbesar yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan global.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 9 April 2026, sejumlah tokoh hadir untuk memberikan penjelasan terkait acara tersebut. Mereka terdiri dari perwakilan pemerintah, pelaku industri, hingga organisasi energi.
Dari kiri Embassy Kenya Abdirashid Salat Abdille, Chairman the 12th IIGCE 2026 Aditya Rakit, Sekjen DEN Dadan Kusdiana, President of INAGA/API Julfi Hadi, Dewan Pengawas INAGA/API Supramu Santosa, Anggota DEN Surono, Direktur Panas Bumi, EBTKE Gigih Udi Atmo, Director of Transformation and Business Sustainability, PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono saat konferensi pers di Jakarta, Rabu, 9 April 2026.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Forum ini diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dan negara.
Tujuan Utama Pengembangan Energi Panas Bumi
Forum IIGCE 2026 diadakan dengan tujuan utama mempercepat pengembangan panas bumi di Indonesia. Energi ini dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan listrik nasional.
Selain itu, panas bumi juga dianggap sebagai sumber energi baseload yang stabil. Artinya, energi ini dapat digunakan secara terus-menerus tanpa tergantung kondisi cuaca.
Dalam konteks ketahanan energi, pemanfaatan panas bumi menjadi salah satu solusi strategis. Indonesia yang memiliki potensi besar di sektor ini diharapkan mampu mengoptimalkannya secara maksimal.
Forum ini juga menjadi sarana berbagi pengetahuan dan teknologi terbaru di bidang panas bumi. Para peserta akan mendapatkan wawasan langsung dari para ahli dan praktisi global.
Partisipasi Global dan Skala Internasional
IIGCE 2026 akan menghadirkan lebih dari 100 pembicara dari berbagai negara. Para pembicara ini merupakan tokoh penting yang memiliki pengalaman luas di bidang energi panas bumi.
Selain itu, acara ini juga akan dihadiri oleh ribuan profesional dari seluruh dunia. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa forum ini memiliki daya tarik internasional yang kuat.
Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan pemerintah, tetapi juga akademisi dan pelaku industri. Hal ini menciptakan ekosistem diskusi yang komprehensif dan produktif.
Pertemuan lintas negara ini diharapkan dapat mendorong kerja sama global. Kolaborasi tersebut penting untuk mempercepat pengembangan teknologi dan investasi di sektor energi.
Peran Indonesia dalam Energi Panas Bumi Dunia
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia. Potensi ini menjadi modal penting dalam mendukung transisi energi menuju sumber yang lebih bersih.
Melalui penyelenggaraan IIGCE 2026, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan energi terbarukan. Forum ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan potensi nasional kepada dunia.
Keterlibatan berbagai pihak, termasuk perusahaan energi dan pemerintah, menunjukkan sinergi yang kuat. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan sektor panas bumi.
Selain itu, forum ini juga menjadi sarana promosi investasi di bidang energi terbarukan. Investor global diharapkan tertarik untuk berpartisipasi dalam pengembangan proyek panas bumi di Indonesia.
Rangkuman Informasi Penting ala Format Praktis
Berikut rangkuman utama terkait IIGCE 2026 dalam format ringkas dan mudah dipahami. Informasi ini disusun untuk membantu pembaca memahami poin penting secara cepat.
◆ Nama acara: Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2026
◆ Tanggal pelaksanaan: 19 Agustus 2026 – 21 Agustus 2026
◆ Lokasi: Jakarta International Convention Center
◆ Penyelenggara: Indonesian Geothermal Association (INAGA/API)
◆ Jumlah pembicara: Lebih dari 100 orang
◆ Peserta: Ribuan profesional dari berbagai negara
◆ Tujuan: Mempercepat pengembangan energi panas bumi
Forum ini menjadi momentum penting dalam mendorong pemanfaatan energi panas bumi sebagai sumber utama energi nasional. Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat ketahanan energi.
Dengan dukungan berbagai pihak dan partisipasi global, pengembangan energi panas bumi dapat berjalan lebih cepat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan.