FDI Greenfield Global Capai US$538 Miliar, Data Center Kuasai US$131 Miliar

Minggu, 20 September 2026 | 05:16:00 WIB
FDI Greenfield Global Capai US$538 Miliar, Data Center Kuasai US$131 Miliar

DINAMIKAUANG.COM — Investasi asing langsung greenfield global menembus US$538 miliar pada semester I 2026, dengan sektor komunikasi memimpin lewat proyek pusat data senilai lebih dari US$131 miliar. Lonjakan ini didorong kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan yang menyerap modal dalam skala belum pernah terjadi sebelumnya.

Data fDi Intelligence mencatat porsi investasi pusat data terhadap total belanja modal FDI greenfield global mencapai 24,5% sepanjang Januari-Juni 2026. Angka itu menjadi rekor tertinggi yang pernah terekam fDi Markets, baik untuk skala semesteran maupun tahunan.

Pusat data menyerap lebih dari 94% dari total US$139,3 miliar investasi yang masuk ke sektor komunikasi. Sektor ini jauh meninggalkan energi terbarukan yang berada di posisi kedua dengan US$73,3 miliar.

Sepuluh Sektor dengan Investasi Terbesar

Batu bara, minyak, dan gas menempati urutan ketiga dengan US$44,7 miliar. Sektor semikonduktor menyusul di posisi keempat dengan US$38,8 miliar.

Transportasi dan pergudangan mencatat US$24,9 miliar, disusul real estat US$23,9 miliar dan logam US$23,7 miliar. Peralatan industri menarik US$14,6 miliar.

Komponen elektronik serta perangkat lunak dan layanan TI masing-masing mencatat US$13,7 miliar. Sepuluh sektor ini menggambarkan pergeseran aliran modal global ke arah infrastruktur digital dan energi pendukungnya.

Proyek Raksasa SoftBank di Prancis dan Amerika

Pada Mei 2026, SoftBank mengumumkan komitmen investasi €45 miliar selama lima tahun untuk membangun infrastruktur AI di Prancis. Proyek itu akan memiliki kapasitas pusat data 3,1 gigawatt yang tersebar di tiga lokasi, dengan nilai berpotensi diperluas menjadi €75 miliar.

Reuters menyebut proyek awal tersebut sebagai salah satu investasi terbesar di Eropa untuk infrastruktur AI. Kebutuhan listrik yang besar juga mendorong SoftBank membangun pembangkit gas 9,2 gigawatt di Ohio, Amerika Serikat, melalui anak usahanya, SB Energy Corp.

Sekitar US$33 miliar dari investasi sektor batu bara, minyak, dan gas berasal dari rencana pembangkit tersebut. Fasilitas itu dirancang memasok listrik ke kompleks pusat data yang sedang dikembangkan.

Energi Terbarukan dan Semikonduktor Ikut Terangkat

Investasi energi terbarukan mengalir terutama ke proyek tenaga surya, disusul hidrogen, teknologi bersih, dan tenaga angin. Nilainya sekitar US$28,6 miliar lebih tinggi dibandingkan investasi batu bara, minyak, dan gas.

Sektor semikonduktor mencatat US$38,8 miliar, termasuk komitmen Micron senilai US$24 miliar untuk membangun fasilitas produksi NAND flash di Singapura. Chip jenis itu menjadi salah satu komponen penting dalam infrastruktur AI.

Besarnya aliran modal membuat pembangunan ekosistem AI berlangsung cepat. Perusahaan teknologi tidak hanya membiayai pengembangan model AI, tetapi juga membangun kapasitas komputasi agar teknologi tersebut dapat dilatih dan dipakai dalam skala besar.

Proyeksi Belanja Modal hingga 2050

PwC memperkirakan belanja modal pusat data global mencapai sekitar US$800 miliar per tahun pada 2026. Angka itu berpotensi meningkat menjadi US$1,8 triliun per tahun pada 2050.

Secara kumulatif, PwC memperkirakan investasi infrastruktur AI global dapat mencapai US$31,6 triliun hingga 2050. Setiap model AI yang semakin besar menuntut investasi jumbo pada pusat data, chip, jaringan listrik, dan infrastruktur pendukung lain.

Lonjakan investasi AI tidak hanya mengubah industri teknologi. Aliran modal global dan pembangunan infrastruktur energi serta digital kini bergerak dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Terkini