DINAMIKAUANG.COM — Rusia menyita aset dan operasi bisnis Nestle serta tiga perusahaan Prancis di wilayahnya, sehari setelah memanggil diplomat tertinggi Inggris di Moskow. Kementerian Luar Negeri Rusia memprotes pengiriman senjata London ke Kyiv sebagai bentuk keterlibatan dalam kejahatan perang. Langkah ini memperluas tekanan Moskow terhadap negara-negara pendukung Ukraina.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut London menempatkan diri sebagai kaki tangan atas apa yang mereka sebut kekejaman rezim Kyiv. "London is placing itself in the position of an accomplice to the bloody atrocities committed by the Kyiv regime, which can only be characterised as terrorism and war crimes," demikian pernyataan kementerian tersebut.
Penyitaan Aset Nestle dan Tiga Perusahaan Prancis
Presiden Vladimir Putin menandatangani dekrit yang mengalihkan operasi Rusia dari empat perusahaan asing ke entitas baru bernama LEV Management. Entitas itu dikelola oleh seorang jenderal Kementerian Dalam Negeri Rusia, menurut laporan Novaya Gazeta Europe.
Keempat perusahaan tersebut adalah raksasa pangan Swiss Nestle, peritel Prancis Auchan, jaringan peralatan rumah tangga Lemana Pro (sebelumnya Leroy Merlin), dan perusahaan logistik FM Logistics. Nestle menyatakan masih mengkaji situasi dan tetap berkomitmen melindungi hak-haknya.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut salah satu alasan penyitaan adalah status Nestle dan Auchan sebagai perusahaan dari negara "tidak bersahabat". Ia menegaskan aset tersebut hanya berada di bawah "administrasi sementara" dan belum ada keputusan final.
Peringatan Polandia dan Ancaman Hibrida terhadap Eropa
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk memperingatkan sehari sebelumnya bahwa Rusia mungkin bersiap melancarkan serangan hibrida berupa drone dan rudal terhadap negara-negara pendukung Ukraina, termasuk Polandia. Menurut Tusk, serangan itu akan diklaim sebagai kecelakaan untuk melemahkan kemauan negara NATO memicu pasal pertahanan kolektif.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan ancaman operasi bayangan Rusia semakin meningkat di seluruh Eropa. Ia menyebut Moskow menargetkan Prancis dengan serangan hibrida dalam beberapa pekan terakhir.
"The Russian hybrid threat against Europeans and against France has intensified," kata Macron usai bertemu para pemimpin politik Prancis. Ia mengaku telah memerintahkan pemerintah menyiapkan rencana melindungi infrastruktur kritis serta situs industri pertahanan dan teknologi paling sensitif dari serangan drone dan siber.
Serangan Udara Rusia dan KTT Carpathian Eight
Serangan udara Rusia semalam menghantam sejumlah wilayah Ukraina dan memicu kebakaran di beberapa lokasi. Serangan itu berlangsung saat Presiden Volodymyr Zelenskyy menjadi tuan rumah KTT perdana Carpathian Eight.
KTT tersebut melibatkan Rumania, Polandia, Slovakia, Ceko, Austria, Hungaria, dan Serbia, dengan Uni Eropa turut membahas kerja sama regional. Hungaria dan Slovakia selama ini menolak mengirim bantuan militer langsung ke Kyiv, sementara Polandia dan Rumania tetap menjadi sekutu setia Ukraina.
Inggris mempertahankan dukungannya kepada Ukraina dan menyatakan akan berdiri "shoulder to shoulder" dengan Kyiv. London berjanji menyediakan peralatan militer apa pun yang dibutuhkan Ukraina, termasuk berbagi informasi senjata rahasia seperti diumumkan bulan lalu.