De Zerbi: Tottenham Harus Lebih Banyak dan Lebih Baik Menembak

Jumat, 18 September 2026 | 18:08:00 WIB

DINAMIKAUANG.COM — Tottenham Hotspur gagal mencetak gol dalam empat laga pembuka Premier League untuk pertama kalinya. Pelatih Roberto De Zerbi menegaskan masalahnya bukan sekadar ketajaman, melainkan kualitas pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan.

Tottenham mencatat rekor kelam di awal musim 2026-27. Empat pertandingan liga berjalan tanpa satu pun gol, sesuatu yang belum pernah terjadi sejak dua dekade lalu ketika mereka puasa gol dalam empat laga beruntun Premier League.

Hasil imbang tanpa gol melawan Everton menjadi penutup rentetan itu. De Zerbi menyebut situasi ini sebagai anomali, tapi ia tak menampik butuh waktu agar timnya menyatu.

Gonta-ganti Starter Bikin Pola Serangan Tak Matang

Rotasi besar-besaran menjadi biang kerok. De Zerbi sudah melakukan 12 perubahan di starting lineup liga sejak laga pertama, terbanyak di antara semua manajer Premier League musim ini.

Rata-rata empat pergantian per pertandingan, lebih tinggi dari musim lalu yang hanya 2,8 meski saat itu Spurs sempat berganti tiga manajer. Hanya empat pemain yang mencatat setengah menit bermain liga musim lalu masih tampil di 2026-27.

Salah satunya Richarlison, yang justru sudah dicoret dari skuad Premier League. Padahal kontribusi 15 gol dan assistnya musim lalu dua kali lipat lebih banyak dari pemain Tottenham lainnya.

Statistik Dribel dan Tekel Tinggi, Penyelesaian Akhir Jadi Biang Masalah

Spurs sebenarnya mampu membawa bola ke area berbahaya. Total 46 dribel sukses memimpin Premier League, tapi hanya lima yang berujung peluang atau tembakan.

  • 34 high turnover tercatat, terbanyak keempat di liga, tapi hanya dua yang berakhir dengan tembakan.
  • Rata-rata 3,97 sentuhan di kotak penalti per tembakan, 0,47 lebih banyak dari tim lain dan 1,15 di atas rata-rata liga.
  • 119 sentuhan di kotak lawan, hanya selisih satu dari Arsenal, namun konversinya jauh tertinggal.

Angka-angka itu menunjukkan satu pola: segalanya butuh satu sentuhan terlalu lama. Dalam sepak bola modern, jeda sepersekian detik di kotak penalti cukup untuk membunuh peluang.

Kutipan De Zerbi Usai Kekalahan di Anfield

Kekalahan di Piala Carabao dari Liverpool membuat De Zerbi angkat bicara. Meski timnya sempat mencetak gol lewat kesalahan kiper Giorgi Mamardashvili, ia menuntut lebih dari para pemainnya.

"Kami harus lebih banyak menembak, menembak lebih baik, dan menyelesaikan peluang jelas dengan lebih baik," kata De Zerbi seperti dikutip usai laga di Anfield.

Masalah Cedera dan Jadwal Pramusim Jadi Sorotan

De Zerbi juga menyoroti dampak cedera yang menimpa pemain kunci. Micky van de Ven, Dominic Solanke, James Maddison, dan Mateus Fernandes mengalami cedera saat pramusim di Australia.

"Mateus Fernandes cedera di Australia. Dia kehilangan 15 hari dan pemulihannya tidak cepat," ujar De Zerbi.

Data Premier Injuries mencatat Tottenham memimpin liga untuk hari hilang akibat cedera pada 2025-26 dengan 1.560 hari. Newcastle, Arsenal, dan Liverpool yang juga tur Asia pada musim panas 2025 masuk tujuh besar.

Kebetulan atau bukan, empat klub itu sama-sama menempuh perjalanan jauh di pramusim. Pertanyaan soal apakah tur panjang ke Asia lagi tepat untuk Tottenham layak diajukan.

Kualitas Finishing Skuad Jadi Akar Persoalan

Komposisi skuad memperkuat gambaran itu. Andy Robertson, bek kiri 32 tahun, menjadi rekrutan musim panas teratas Spurs dengan 12 gol sepanjang karier Premier League.

Solanke masih punya lebih banyak gol di Championship (44) ketimbang Premier League (41). Mikey Moore menyumbang seperempat tembakan tepat sasaran Spurs musim ini meski hanya bermain 90 menit sebelum dipinjamkan ke Cologne.

Dulu Spurs punya Harry Kane dan Son Heung-min, dua penembak paling akurat di liga. Kini mayoritas skuad hanya sedikit di atas rata-rata akurasi tembakan, banyak yang justru di bawah.

Chelsea dan Bournemouth sudah punya dua kali lebih banyak tembakan tepat sasaran dari Spurs musim ini, padahal total tembakan mereka hanya selisih sembilan.

Terkini