IHSG Bangkit, 10 Saham Blue Chip Ini Punya PER Terendah

Jumat, 18 September 2026 | 06:15:00 WIB

DINAMIKAUANG.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bangkit dan menempatkan sejumlah saham blue chip dengan valuasi paling murah ke dalam radar investor. Saham-saham berkapitalisasi besar itu menawarkan rasio harga terhadap laba (PER) terendah di antara emiten lapis pertama, sehingga layak dicermati sebagai bahan pertimbangan investasi.

Kebangkitan IHSG membuka peluang bagi investor untuk mencermati kembali saham-saham blue chip yang selama ini menjadi tulang punggung perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Kelompok emiten berkapitalisasi jumbo itu kini menawarkan rasio PER yang relatif rendah dibandingkan rata-rata historisnya.

Rasio PER sendiri menggambarkan berapa kali harga saham dibandingkan laba per saham yang dihasilkan emiten. Semakin kecil angkanya, semakin murah valuasi sebuah saham relatif terhadap keuntungan yang dicetak perusahaan.

Sepuluh Saham Blue Chip dengan PER Terendah

Daftar saham blue chip dengan PER terendah menjadi acuan bagi investor yang mencari kombinasi antara likuiditas tinggi dan valuasi bersahabat. Emiten-emiten ini umumnya berasal dari sektor perbankan, barang konsumsi, dan infrastruktur yang pergerakannya kerap menyokong indeks.

Kapitalisasi pasar besar membuat saham-saham tersebut lebih tahan terhadap gejolak jangka pendek. Namun, valuasi murah tetap perlu dibaca bersama kualitas laba dan prospek bisnis masing-masing emiten.

Mengapa Valuasi Murah Jadi Perhatian

Periode kebangkitan IHSG biasanya membuat investor berburu saham yang tertinggal penguatan. Saham blue chip dengan PER rendah sering dianggap punya ruang kenaikan lebih besar ketika sentimen pasar membaik.

Net buy asing dan arus dana masuk ke saham lapis pertama menjadi penanda minat investor institusi. Kedua faktor itu kerap menjadi katalis bagi saham berkapitalisasi besar untuk bergerak naik.

Cara Membaca PER dengan Bijak

Angka PER rendah tidak otomatis berarti saham tersebut murah secara fundamental. Investor perlu membandingkan PER emiten dengan rata-rata industrinya serta melihat tren pertumbuhan laba beberapa periode terakhir.

Rasio ini juga sebaiknya dibaca bersama indikator lain seperti price to book value (PBV), return on equity (ROE), dan rasio utang terhadap ekuitas. Kombinasi beberapa rasio memberi gambaran valuasi yang lebih utuh dibandingkan hanya bersandar pada satu angka.

Daftar saham blue chip ber-PER terendah memberi peta awal bagi investor yang ingin mencermati valuasi emiten besar di tengah kebangkitan IHSG. Keputusan akhir tetap bergantung pada profil risiko dan tujuan investasi masing-masing, bukan semata pada angka rasio.

Terkini