Khasiat Jamur bagi Otak dan Suasana Hati

Senin, 14 September 2026 | 20:38:32 WIB
Ilustrasi - Jamur. (Foto: NET)

JAKARTA - Jamur diyakini memiliki potensi untuk menjaga kesehatan otak berkat kandungan ergothioneine (ergo), yakni sejenis asam amino langka yang bersifat anti-inflamasi serta antioksidan.

Ahli gizi khusus kesehatan otak, Maggie Moon, M.S., RD, melalui siaran EatingWell pada hari Minggu (13/9), menyampaikan bahwa ergo merupakan salah satu nutrisi yang menawarkan khasiat spesifik untuk otak.

Ilmuwan memperkirakan bahwa ergo berguna dalam melindungi sel-sel otak dari stres oksidatif maupun peradangan yang berhubungan erat dengan melemahnya kemampuan kognitif.

Beberapa riset turut membuktikan bahwa rendahnya kadar ergo di dalam darah memiliki kaitan dengan menurunnya skor ingatan serta fungsi kognitif. Penderita demensia bahkan tercatat mempunyai tingkat ergo yang lebih rendah daripada mereka yang kondisi kognitifnya sehat.

Berbagai studi lainnya juga menghubungkan kebiasaan mengonsumsi jamur dengan peningkatan fungsi kognitif. Sebagai contoh, sebuah penelitian di Jepang mengungkap bahwa wanita yang memakan paling tidak 15 gram jamur setiap hari berisiko lebih kecil terkena demensia daripada yang tidak memakannya sama sekali.

Di samping itu, riset selama 18 tahun di Inggris memperlihatkan bahwa individu yang rutin mengonsumsi jamur menunjukkan performa kognitif yang lebih unggul pada bermacam aspek.

Ahli pengobatan integratif sekaligus pakar performa olahraga, Sandra Carter, M.P.H., Ph.D., menyebutkan bahwa jamur surai singa (lion's mane) adalah salah satu varietas yang paling sering diteliti. 

Varian jamur ini sangat kaya akan hericenone dan erinacine, yaitu senyawa yang mampu memengaruhi faktor pertumbuhan saraf (NGF) serta jalur neurotropik yang berperan dalam proses pemeliharaan dan pertumbuhan neuron.

Kendati demikian, Carter menekankan bahwa hasil temuan laboratorium tersebut belum pasti mencerminkan mekanisme kerja yang sama persis bila diterapkan pada manusia.

Pengkajian atas data NHANES juga membuktikan bahwa kelompok lansia yang memiliki tingkat asupan jamur tertinggi berhasil meraih skor tes ingatan dan kecepatan pemrosesan yang lebih baik dibandingkan mereka yang asupan jamurnya sangat sedikit.

Menurut Moon, jamur pun masuk ke dalam komponen alga dan jamur pada diet MIND di Tiongkok. “Data observasi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak makanan ini menikmati fungsi kognitif yang lebih baik dan risiko demensia yang lebih rendah,” tuturnya.

Di luar fungsi kognitif, kebiasaan memakan jamur juga dikaitkan dengan kondisi suasana hati yang lebih positif. Sebuah analisis yang melibatkan lebih dari 24.000 warga dewasa di Amerika menemukan bahwa pemakan jamur berpeluang lebih kecil untuk mengalami depresi. 

Walaupun begitu, ulasan atas 34 penelitian menyimpulkan bahwa bukti uji pada manusia masih bervariasi dan mayoritas hanya terbatas pada jenis jamur tertentu, termasuk lion's mane.

Selain itu, jamur juga menyimpan kandungan vitamin B, dan jenis yang terkena paparan sinar ultraviolet berpotensi memiliki kandungan vitamin D.

Terkini