Bantuan Pangan Gempa NTT Merata, Bulog Siapkan Stok Siaga

Rabu, 02 September 2026 | 19:17:02 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani [FOTO: NET].

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjamin penyaluran bantuan pangan bagi warga terdampak musibah gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah menyasar ke seluruh penjuru wilayah provinsi tersebut.

"Alhamdulillah sampai dengan saat ini belum ada yang istilahnya emergency, atau belum pernah dapat bantuan. Semua sudah dapat). Dan semuanya sudah kami serahkan ke masing-masing BPBD maupun kepala-kepala daerah yang ada di Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana," kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Rizal menjelaskan Bulog tak mendistribusikan bantuan secara mandiri ke penerima manfaat, melainkan berkolaborasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tiap tahap penyaluran.

"Jadi untuk penyaluran bencana alam yang kami lakukan, jadi Bulog tidak langsung menyalurkan secara fisik kepada penerima manfaat. Namun kami bersinergi dengan BPBD di masing-masing wilayah yang dikoordinir oleh BNPB," ujarnya.

Langkah koordinasi dihelat via pos pengawasan utama BNPB di level pusat maupun wilayah Nusa Tenggara Timur agar pemenuhan kebutuhan daerah terdampak sanggup dipantau serta dipenuhi secara sigap menyesuaikan kondisi lapangan.

Pihak Bulog pun menyiagakan stok pasokan bantuan sebesar 10 ton beras di area bandara dan 10 ton beras di kawasan pelabuhan sebagai persediaan siaga untuk memenuhi situasi darurat sewaktu-waktu.

Menurut Rizal, bilamana dijumpai area yang belum tersentuh bantuan atau mengalami kondisi mendesak, pasokan beras tersebut dapat segera disalurkan via alur tanggap darurat yang telah disusun bersama BNPB.

"Apabila sewaktu-waktu dibutuhkan daerah yang belum diberikan bantuan bencana bisa emergency diambil beras yang ada kami standby-kan di bandara maupun di pelabuhan tersebut," jelasnya.

Kendati demikian, Rizal menuturkan hingga kini belum ada laporan perihal kawasan yang membutuhkan penanganan darurat lantaran seluruh titik terdampak telah mengamankan suplai logistik sesuai porsinya masing-masing.

Segenap bantuan itu diserahterimakan melalui pimpinan BPBD dan pemerintah daerah di Nusa Tenggara Timur supaya pembagian bantuan logistik bagi korban gempa sanggup berjalan proporsional serta tepat sasaran.

Adapun, sampai 1 September 2026, akumulasi realisasi dukungan logistik yang telah dikirimkan Bulog guna menangani warga terdampak gempa NTT menembus 1.321.550 kilogram beras.

Bantuan itu mencakup 881,98 ton cadangan beras pemerintah (CBP) untuk penanganan bencana, 101,8 ton cadangan pangan pemerintah daerah, serta 472,98 ton alokasi program bantuan pangan beras.

Di samping itu, distribusi minyak goreng sudah menembus angka 7.000 liter atau tuntas 100 persen dari kuota yang disediakan.

Pasokan pangan tersebut dikirimkan ke tujuh wilayah terdampak gempa di NTT yang mencakup Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Barat.

Proses penyaluran logistik dijalankan bersama jajaran pemangku kepentingan seperti TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, perangkat desa, serta kementerian terkait supaya distribusi berjalan aman dan merata.

Terkini