Kemnaker dan Dunia Industri Berkolaborasi Buka Peluang Kerja

Rabu, 02 September 2026 | 19:10:32 WIB
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggarisbawahi krusialnya kemitraan pemerintah bersama dunia usaha dan industri sebagai strategi memperluas jangkauan kesempatan kerja sekaligus mendongkrak keahlian para pencari kerja.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu, menyampaikan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha amat dibutuhkan supaya penyerapan tenaga kerja sanggup berjalan maksimal dan mendatangkan faedah nyata bagi warga.

Berdasarkan pandangannya, kriteria yang dicari perusahaan mesti diselaraskan dengan potensi calon tenaga kerja semenjak tahap pemula.

“Kami ingin kerja sama ini tidak berhenti pada proses rekrutmen, tetapi juga memastikan pencari kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, ada titik temu antara kebutuhan perusahaan dan kesiapan tenaga kerja,” ujar Cris.

Satu di antara bentuk kemitraan yang dibangun Kemnaker bersama dunia usaha dan industri yakni sinergi bersama PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS).

Cris menuturkan, kerja sama ini ditujukan untuk menghubungkan kompetensi calon pekerja dengan kriteria yang dibutuhkan industri sekaligus memperbesar peluang masyarakat memperoleh pekerjaan.

Menurut Cris, kolaborasi antara PKSS dan Pusat Pasar Kerja (Pasker) Kemnaker selama ini memperoleh tanggapan positif.

Hal itu tampak dari tingginya animo warga menyambut agenda walk-in interview yang berperan sebagai wadah mempertemukan pihak perusahaan dengan para pelamar secara langsung.

“Ini sekaligus menjadi bentuk kepercayaan masyarakat terhadap layanan pasar kerja yang difasilitasi pemerintah bersama mitra dunia usaha,” katanya.

Keyakinan publik tersebut, sambung Cris, patut diiringi dengan mekanisme penerimaan yang terbuka serta dapat dipertanggungjawabkan.

Informasi seputar lowongan maupun alur seleksi wajib disebarkan secara valid supaya masyarakat tidak menjadi korban praktik penipuan.

Cris pun mewanti-wanti publik untuk selalu berhati-hati terhadap pihak yang mencatut nama pejabat maupun institusi Kemnaker.

“Kalau ada pihak yang mengatasnamakan Kemnaker kemudian meminta sejumlah uang dalam proses rekrutmen atau pemagangan, masyarakat harus waspada. Proses resmi tidak meminta imbalan dalam bentuk apa pun,” kata Cris.

Selain mengular akses kesempatan kerja, kesepakatan bersama PKSS turut dirancang untuk menjembatani jurang ketimpangan keterampilan yang menyebabkan sebagian calon pekerja belum mampu memenuhi standar perusahaan.

Bagi pencari kerja yang belum lolos kualifikasi awal, Kemnaker sanggup memfasilitasi penguatan keahlian lewat pelatihan vokasi pada Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang tersebar di pelbagai pelosok daerah.

“Kami tidak ingin pencari kerja yang belum lolos seleksi kemudian berhenti begitu saja. Mereka harus diberikan kesempatan untuk meningkatkan kompetensinya, sehingga pada kesempatan berikutnya memiliki peluang yang lebih besar untuk diterima bekerja,” ujar Cris.

Penggemblengan itu tidak sebatas mencakup kemampuan teknis, namun juga kesiapan menghadapi alur seleksi, seperti pembuatan CV yang profesional hingga latihan wawancara.

“Dengan pembekalan tersebut, peserta diharapkan mampu memahami kebutuhan perusahaan, menyampaikan kompetensi secara lebih baik, dan meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja,” ujar dia.

Terkini