WBSA Raup Pendapatan Rp1,95 Triliun, Pacu Layanan Logistik Multimoda

Selasa, 01 September 2026 | 23:33:32 WIB
Manajemen PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) saat pencatatan umum saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/4/2026) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) meraup pertumbuhan pendapatan mencapai 42,6% secara tahunan menjadi Rp1,95 triliun pada semester I/2026, kendati pencapaian laba bersih perseroan berada dalam tekanan.

Investor Relations WBSA Ravenal Arvense memaparkan pertumbuhan pendapatan tersebut mencerminkan kian membesarnya cakupan aktivitas dalam ekosistem logistik perseroan, baik ditopang penambahan klien anyar maupun lonjakan permintaan logistik dari konsumen eksisting.

“Pertumbuhan tidak hanya berasal dari penambahan pelanggan baru, tetapi juga dari semakin besarnya kebutuhan logistik pelanggan eksisting yang dapat dilayani melalui beberapa segmen sekaligus,” ujar Ravenal dalam siaran pers, Selasa (1/9/2026).

Merujuk laporan keuangan perseroan, pilar Freight Forwarding menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar lewat torehan pendapatan Rp1,17 triliun pada semester I/2026, melesat 78,1% dibandingkan perolehan Rp655,7 miliar pada periode yang sama tahun terdahulu.

Di lain sisi, pendapatan dari lini Land Transportation terangkat 8,8% secara tahunan menuju Rp648,1 miliar dari angka Rp595,5 miliar. Sementara porsi pendapatan Warehousing & Storage naik 15,4% menjadi Rp132,8 miliar dari sebelumnya Rp115,1 miliar.

WBSA mengoperasikan roda bisnis lewat tiga lini utama, yaitu Transportasi Darat, Jasa Pengurusan Transportasi atau Freight Forwarding, serta Pergudangan. Cakupan layanan tersebut meliputi armada darat, pengurusan kargo, fasilitas gudang, terminal logistik, aktivitas kepelabuhanan hingga sektor pelayaran.

Kendati demikian, lonjakan pendapatan ini belum berbanding lurus dengan peningkatan profitabilitas. Perolehan laba kotor WBSA tergerus 20,7% menjadi Rp139,7 miliar pada semester I/2026 dari angka Rp176,3 miliar pada semester I/2025.

Laba bersih WBSA merosot tajam 95,5% menjadi Rp1,018 miliar pada semester I/2026, dari perolehan Rp22,435 miliar pada kurun waktu yang sama tahun sebelumnya.

Tekanan pada margin tersebut antara lain dipicu oleh melemahnya ritme aktivitas di sektor pertambangan usai adanya rekalkulasi alokasi produksi lewat Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Penyesuaian ini berdampak langsung pada volume muatan serta memperketat peta persaingan pada layanan logistik komoditas.

Guna menghadapi situasi ini, WBSA memilih mempertahankan level harga yang kompetitif demi menjaga relasi jangka panjang dengan klien, keterjaminan volume dalam ekosistem, serta posisi tawar perseroan di pasar.

Perseroan menilai tekanan profitabilitas sepanjang semester I/2026 lebih merefleksikan kondisi situasional selama masa penyesuaian RKAB dan iklim kompetisi yang mengencang. Dengan demikian, raihan kinerja pada periode tersebut dipandang belum sepenuhnya mencerminkan kapasitas profitabilitas perseroan saat aktivitas logistik kembali seimbang.

“WBSA melihat adanya ruang bagi volume dan margin untuk bergerak ke tingkat yang lebih sehat apabila aktivitas produksi kembali meningkat, meskipun waktu dan besarnya penyesuaian akan tetap mengikuti kebijakan pemerintah serta perkembangan aktivitas pelanggan,” kata Ravenal.

Pada segmen ekspansi, WBSA telah menuntaskan proses akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) pada 2026. Perseroan mengucurkan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp215 miliar untuk menguasai 99,99% saham BIL.

Lewat aksi korporasi itu, WBSA memegang kendali atas PT Beruang Maritim Indonesia (BMI), yakni entitas operasional yang mengelola jasa angkutan laut untuk beragam komoditas, mulai dari dry bulk, liquid bulk, alat berat, kontainer hingga general cargo.

Penyatuan bisnis pelayaran ini melengkapi kapabilitas multimoda WBSA sekaligus memperluas jangkauan jaringan perseroan dalam mengakomodasi kebutuhan logistik konsumen melalui rute darat maupun laut.

Kapabilitas marine logistics tersebut disokong oleh jaringan lebih dari 300 armada kapal serta lebih dari 100 pemilik kargo dengan jangkauan operasional di beragam daerah di Indonesia. Penambahan ini turut memperluas jangkauan wilayah serta variasi kargo yang dapat ditangani oleh WBSA.

Ke depan, perseroan bakal memaksimalkan skala jaringan lewat perluasan rute dan basis klien, memperdalam penetrasi pada konsumen eksisting, mengoptimalkan kapasitas warehouse dan Inland Logistics Terminal (ILT), serta memperkokoh jaringan keagenan dan layanan pelabuhan.

WBSA juga akan memperkuat strategi cross-selling antar-segmen. Berbekal volume yang makin terkonsolidasi, perseroan dapat memanfaatkan data operasional guna merumuskan perpaduan moda, kapasitas, serta struktur biaya yang lebih efisien.

Selain itu, perseroan terus melanjutkan pemanfaatan truk listrik pada proyek-proyek spesifik, utamanya bagi konsumen di sektor agrikultur, serta menjajaki pemanfaatan energi surya lewat pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pada fasilitas logistik.

Terkini

Tips Merawat Mobil Saat Cuaca Panas agar Tetap Prima

Selasa, 01 September 2026 | 01:20:31 WIB

MTQ 2026 Hadirkan Eksibisi Tilawah Quran Bahasa Isyarat

Selasa, 01 September 2026 | 01:15:32 WIB

Daftar Angka yang Perlu Dihindari Berdasarkan Shio

Selasa, 01 September 2026 | 01:11:01 WIB

2.242 Peserta Siap Ikuti MTQ Nasional di Semarang

Selasa, 01 September 2026 | 01:06:02 WIB

7 Trik Menyegarkan Rambut Berkeringat Tanpa Keramas

Selasa, 01 September 2026 | 01:02:33 WIB