AS Resmi Setujui Obat Kanker Pankreas Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:33:32 WIB
Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS). (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) resmi memberikan persetujuan terhadap obat baru bagi pasien kanker pankreas. Terapi tersebut dilaporkan mampu memperpanjang durasi kelangsungan hidup pasien berdasarkan hasil uji coba klinis.

Pengobatan ini memanfaatkan obat berbentuk pil bernama daraxonrasib yang dipasarkan menggunakan merek Rasonque serta diproduksi oleh Revolution Medicines. Pil tersebut dirancang untuk menyasar bermacam-macam bentuk protein KRAS yang bertindak sebagai salah satu pemicu pertumbuhan tumor.

Melalui kemampuannya menghentikan mutasi serta aktivitas KRAS, daraxonrasib efektif membantu menekan laju pertumbuhan sekaligus penyebarluasan sel kanker. Mekanisme ini dinilai krusial mengingat mutasi RAS terdeteksi pada lebih dari 90% kasus tumor pankreas.

Berdasarkan uji coba klinis tahap akhir yang melibatkan 500 partisipan, penggunaan daraxonrasib tercatat mampu mendongkrak median kelangsungan hidup secara keseluruhan hingga hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan pasien yang menjalani kemoterapi konvensional.

Mengutip laporan ABC News pada Minggu (30/8/2026), Direktur FDA Oncology Center of Excellence, Angelo de Claro, menyampaikan bahwa daraxonrasib menampilkan efektivitas serta pencapaian yang luar biasa guna menjawab tingginya kebutuhan medis terhadap pengobatan kanker pankreas.

“Obat ini menunjukkan hasil yang belum pernah dicapai sebelumnya untuk penyakit yang masih memiliki kebutuhan pengobatan yang sangat besar,” jelas de Claro dalam sebuah konferensi pers.

Kendati demikian, penggunaan pil daraxonrasib memicu efek samping berupa kemunculan ruam kulit yang cukup kentara dan dialami oleh lebih dari 86% pasien selama uji coba klinis. Di samping itu, sebagian pasien turut dilaporkan mengalami kondisi stomatitis.

Berdasarkan laporan The Guardian, FDA mengumumkan bahwa proses legalisasi obat daraxonrasib berhasil diselesaikan enam bulan lebih cepat dari jadwal semula. Langkah percepatan tersebut diambil demi menghadirkan layanan medis yang lebih optimal dengan dampak nyata secepat mungkin.

“Ini merupakan tugas kami untuk menghadirkan lebih banyak obat dan metode pengobatan yang berdampak untuk pasien secepat mungkin,” kata Komisioner Interim FDA Kyle Diamantas.

Sebelumnya pada Juni 2025, FDA telah menganugerahi daraxonrasib status khusus berupa “Breakthrough Therapy”. Penetapan status tersebut berfungsi mempercepat proses pengembangan serta peninjauan obat agar penanganan terhadap penyakit maupun komplikasi berat bisa dilakukan secara sigap.

Pemberian izin edar daraxonrasib oleh FDA ini secara khusus diperuntukkan bagi pasien dewasa penderita adenokarsinoma pankreas metastatik yang setidaknya sudah pernah mendapatkan satu kali terapi sistemik. Selain itu, obat ini juga ditujukan bagi pasien yang tidak memungkinkan untuk menjalani terapi sistemik multiagen.

Terkini